PROPOSAL PENELITIAN Pengembangan Pramuka Berbasis Kearifan Lokal Studi Kasus di MTsN 02 Bondowoso
PROPOSAL PENELITIAN
Pengembangan Pramuka Berbasis Kearifan Lokal
Studi Kasus di MTsN 02 Bondowoso

Agus
Triani
201791200002
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AT-TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AJARAN 2019-2020
A.
Latar
Belakang Masalah
Manajemen
strategis sebagai mana dikatakan dalam ilmu manajemen strategik yang dikarang
oleh Hery (2018:2) adalah keputusan dan tindakan manjerial terkait dengan
kinerja jangka panjang organisasi. Manajemen strategis mencakup semua fungsi
dasar manajemen , yaitu mulai dari merencanakan, mengorganisir, melaksanakan
dan mengendalikan strategi.
Manjemen
strategis berperan penting dalam meningkatkan kinerja organisasi. Mulai
strategi yang terancang dengan baik , perusahaan dapat meningkatkan laba, menguasai
pangsa pasar, menciptakan keunggulan kompetitif, serta meningkatkan kemakmuran
atau hasil pengembalian bagi pemegang saham.
Sebagaimana
yang telah umum diketahui bahwasanya sebuah manajemen strategik akan mencapai
puncak kesuksesan jika manjemen strategis tersebut diimplementasikan dalam
organisasi dengan cara yang baik dan benar. Disini kami menemukan sebuah
organisasi pramuka yang ada di MTsN 02 Bondowoso yang terkenal dengan sebutkan
GRAMATSADA yang mampu membawa nama baik sekolahnya dalam kancah Provinsi bahkan
nasional.
Dalam
memanajemen organisasinya seorang pembina pramuka menggunakan pengembangan
pramuka berbasis keaifan lokal, yang mana dalam melakukan sebuah implementasi
melakukan sebuah manajemen stratgis melibatkan seluruh alumni pramuka yang
dikenal dengan sebuta PRASADA.
Dikenal sebuah
selogan yang tak asing dan sealu diaungkan oleh GRAMATSADA bahwsanya PRASADA
kuat GRAMATSADA hebat yang menjadi booster terhadap para anggota yang ada ada
saat ini, dan menjadi cerminan atas keberhasilan yang pernah diraih oleh para
alumni.
GRAMATSADA pada
setiap event lomba kepramukaan yang ada di tingkat KWARTIR, KWARCAB bahkan
KWARDA kerap tak luput menjadi juara umum. Dari manajemen yang sangat luar
biasa dalam memanaje nya maka peneliti merasakan sebuah keunikan yang
disuguhkan oleh para manajer atau pembina pramuka di sana, sehingga peneliti
tertarik ingin meneliti dengan judul Pengembangan Pramuka Berbasis
Kearifan Lokal Studi Kasus di MTsN 02 Bondowoso.
B.
Fokus
Penelitian
1.
Pokok
Masalah
Bagaimana Pengembangan Pramuka Berbasis Kearifan Lokal Studi Kasus
di MTsN 02 Bondowoso?
2.
Sub
Pokok Masalah
a.
Bagaimana
manajemen strategi pembina pramuka MTsN 02 Bondowoso dalam meninkatkan dan
mempertahankan gugus depan unggul?
b.
Bagaimana
implementasi manajemen strategi pembina pramuka MTsN 02 Bondowoso di Bumi
perkemahan riang sahabat ?
C.
Tujuan
Penelitian
1.
Tujuan
Umun
Menganlisis Pengembangan Pramuka Berbasis Kearifan Lokal Studi
Kasus di MTsN 02 Bondowoso
2.
Tujuan
Khusus
a.
Menganalisis
manajemen strategi pembina pramuka MTsN 02 Bondowoso dalam meninkatkan dan
mempertahankan gugus depan unggul
b.
menganalisis
implementasi manajemen strategi pembina pramuka MTsN 02 Bondowoso di Bumi
perkemahan riang sahabat
D.
Kajian
Pustaka
1.
Manajemen
Strategi
1)
Pengertian
strategi
Strategi
rencana jangka panjang, diikuti tindakan yang ditujukan untuk mencapai tujuan
tertentu, yang umumnya adalah kemenangan. Asal kata strategi turunan dari kata
dalam bahasa yunani, strategos.
Pengertian
strategi secara umum:proses penentuan rencana pemimpin puncak berfokus pada
tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan cara/upaya bagaimana agar
tujuan dapat dicapai.
proses
yang menentukan adanya perencanaan terhadap top manajer yang terararah pada tujuan
jangka panjang perusahaan, disertai penyusunan upaya bagaimana agar mencapai
tujuan yang diharapkan.
Pengertian
strategi secara khusus tindakan yang bersifat secara meningkat, terus menerus,
dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan pelanggan
dimasa depan.
Tindakan
yang bersifat terus menerus, mengalami peningkatan dan dilakukan dengan sudut
pandang tentang apa yang diinginkan serta diharapkan oleh konsumen dimasa
depan.
2)
Konsep
strategi
Strategi
merupakan alat untuk mencapai tujuan, dalam perkembangannya, konsep mengenai
strategi terus berkembang. menurut chandler (1962:13) menyebutkan bahwa
strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta
pendayagunaan dana lokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan
tersebut. pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep lain yang
berkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang disuusn, diantarannya:
a)
distinctive
competence, tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan
kegiatan lebih baik dibandingkan dengan persaingan. menurut day dan wensley
(1998), identifikasi distinctive competence dalam organisasi meliputi:
1))
keahlian
tenaga kerja
2))
kemampuan
sumber daya.
b)
competitive
advantage, keunggulan bersaing disebabkan pilihan strategi yang dilakukan
perusahaan untuk merebut peluang pasar.
Berdasarkan pendapat para pakar manajemen di bidang bisnis antara
lain porter, michael (1996), ketchen jr.,D.,et all. (2009), kenneth andrews (2005), cenderung
mengemukakan bahwa strategi merupakan pola penentuan keputusan-keputusan dan
tindakan untuk mengubah suatu kondisi yang diinginkan oleh organisasi dimasa
depan sebagai suatu respons atas tuntutan perubahan lingkungan organisasi.
Kennet andrews (2005) mengidentifikasi unsur-unsur penting yang
harus diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, yaitu sebagai berikut.
a)
Tujuan
(goods) dan sasaran (objectives) adalah kondisi yang diinginkan yang hendak
dicapai atau diwujudkan oleh organisasi di masa yang akan datang.
b)
Untuk
mencapai kondisi tersebut, sumber-sumber daya (resources) yang bagaimana
dibutuhkan,SDM,sarana dan fasilitas, keuangan, teknologi, baik secara
kualitatif maupun besarannya atau kuantitatif.
c)
Lingkungan
organisasi, baik lingkungan ekonomi maupun non-ekonomi (sosial budaya),
pesaing, pelanggan atau stakeholder dalam memilih produk atau jasa dan
pemasaran.
d)
Permasalahan
yang dihadapi dalam persaingan atau kompetisi. Kompetisi merupakan aspek
penting yang tidak boleh diabaikan dalam menentukan strategi.
e)
Kekuatan
dan kelemahan yang dimiliki organisasi untuk melakukan perubahan sesuai dengan
kondisi yang realistik.
f)
Prinsip
kehati-hatian atau cermat dalam merimuskan keputusan-keputusan strategis
terutama pada penentuan sasaran. Sasaran adalah nilai-nilai (valuese) yang
dirumuskan oleh pembuat kebijakan organisasi.
Nilai-nilai
yang ingin dicapai oleh organisasi harus sesuai dengan yang diharapkan oleh
stakeholder.
Tujuan
strategi merupakan kunci yang menentukan arah perubahan masa depan organisasi,
secara sederhana dapat di gambarkan sebagai berikut.
![]() |
berpikir strategi merupakan analisis kritis tentang masalah atau
kesenjangan (gap) antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan dimasa
depan. Berpikir strategi merupakan kemampuan intelektual tentang masalah,
kecenderungan yang terjadi, kejadian atau situasi yang dihadapi organisasi.
Setiap organisasi mempunyai tujuan strategi yang hendak dicapai
sesuai dengan jangka waktu, sumber daya yang dimiliki, peluang dan tantangan.
Dalam konteks ini dikenal dengan rencana strategi (strategic planning) yang
termasuk rencana jangka panjang 5 tahun sampai dengan 10 tahun lebih (long term
planning). Sedangkan rencana jangka pendek biasanya 1 tahunan disebut rencana
operasional (operational planning), dan rencana yang kurang dari lima tahun
disebut rencana jangka menengah (middle range planning).
Dengan demikian , dapat disimpulkan bahwa untuk membuat rencana
strategi memerlukan langkah-langkah sebagai berikut.
a)
Memahami
kondisi organisasi saat ini berdasarkan hasil kajian faktor-faktor internal dan
eksternal.
b)
Mencermati
aspek-aspek penting yang menentukan arah masa depan organisasi terutama misi,
visi, tujuan, sasaran, dan isu strategi.
c)
Menentukan
program-program prioritas sesuai dengan
sasaran dan isu strategi organisasi.
d)
Menyusun
rencana operasional atau rencana taktis (action plan) dilengkapi dengan alokasi
biaya, sumber daya manusia atau tenaga yang dibutuhkan, sarana dan prasarana
pendukung sesuai dengan jangka waktu.
e)
Membuat
kerangka kerja monitoring dan evaluasi (MONEV) untuk membandingkan hasil
implementasi strategi dengan rencana strategi.
Meskipun para
pakar memberikan definisi yang berbeda-beda tentang manajemen stratejik kiranya
tidak akan jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa manajemen stratjik
adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen
puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi tersebut. Kiranya telah umum diketahui bahwa
istilah strategi semula besumber dari kalangan militer dan secara populer
sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jenderal untuk
memenangkan suatu peperangan. Dewasa ini istilah strategi sudah digunakan oleh
semua jenis organisasi dan ide-ide pokok yang terdapat dalam pengertian semula
tetap dipertahankan hanya saja aplikasinya disesuaikan dengan jenis organisasi
yang menerapkannya.
Manajemen
strategis menjadi bidang ilmu yang berkembang dengan cepat, muncul sebagai
respon atas meningkatnya pergolakan lingkungan. Bidang ilmu ini melihat
pengelolaan perusahaan secara menyeluruh dan berusaha menjelaskan mengapa
beberapa perusahaan berkembang dan maju dengan pesat, sedangkan yang lainnya
tidak maju dan akhirnya bangkrut. Ciri khusus manajemen strategis adalah
penekanan pada pengambilan keputusan strategis.
Banyak konsep
dan teknik yang berhubungan dengan perencanaan jangka panjang ( yang sekarang
disebut sebagai strategis ) dan manajemen strategis telah berhasil dikembangkan
dan digunakan untuk bisnis perusahaan, diantaranya General Electric dan Boston
Consulting Group. Tidak semua organiasi menggunakan alat tersebuut atau bahkan
perusahaan mengelola secara strategis, sekalipun ada juga yang sukses untuk sementara
waktu tanpa merumuskan tujuan dan menggunakan strategi intuitif.
Banyak peneliti
telah mengadakan penelitian untuk menentukan apakah organisasi telah
sungguh-sunguh menggunakan manajemen strategis. Yang kemudian Henry Mintzbreg
menemukan bahwa perumusan strategi secara tipikal adalah proses yang tidak
tetap dan berlangsung terus-menerus: perumusan strategi lebih sering tidak
tetap, proses terputus dan berjalan dengan ketidak teraturan, ada periode
stabil dalam pengembangan strategi, tetapi juga ada periode yang harus
berubah-ubah, mencari-cari, perubahan sedikit demi sedikit dan perubahan
global.
2.
Implementasi
Manajemen Strategi
Ruang
lingkup manajemen strategi atau elemen-elemen dasar dari proses Manajemen
Strategi meliputi beberapa diantaranya ialah di jelaskan pada gambar sebagai
berikut:
![]() |
Proses
manajemen strategis meliputi empat elemen dasar: pengamatan lingkungan,
perumusan strategi, implementasi energi dan evaluasi dan pengendalian. Pada
gambar di atas menunjukkan interaksi keempat elemen tersebut. Pada level
korporasi, proses manajemen strategis meliputi aktivitas-aktivitas mulai dari
pengamatan lingkungan sampai evaluasi kinerja. Manajemen mengamati lingkungan
eksternal untuk melihat kesempatan dan ancaman dan mengamati lingkungan
internal untuk melihat kekuatan dan kelemahan.
Faktor-faktor
yang paling penting untuk masa depan perusahaan disebut faktor-faktor strategis
dan diringkas dengan singkatan S.W.O.T yang berarti Stengths (kekuatan),
Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan), dan threats (ancaman). Setelah
mengidentifikasi faktor-faktor strategis, manajemen mengevaluasi interkasinya
dan menentukan misi perusahaan yang sesuai. Langkah pertama dalam merumuskan
strategi adalah pernyataan misi, yang memiliki peranan penting dalam menentukan
tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Perusahaan mengimplementasikan
strategi dan kebijakan tersebut melalui program, anggaran dan prosedur.
Akhirnya, evaluasi kinerja dan umpan balik untuk memastikan tepatnya pengendalian
aktivitas perusahaan.
Model manajemen
strategis digambarkan dalam diagram gambar di bawah ini yang menggambarkan
proses secara berkelanjutan dan juga merupakan pengembangan dari model dasar
dari gambar di atas yang telah di jelaskan sebelumnya sebagai model normatif,
model itu berusaha menunjukkan bagaimana manajemen strategis seharusnya
dilakukan lebih dari sekedar menggambarkan apa yang sebenarnya banyak di
lakukan pada banyak organisasi.
|
Pengamatan
|
perumusan strategi
|
implementasi strategi
|
evaluasi &
|
|||||
|
Lingkungan
|
pengendalian
|
|||||||
|
Eksternal
|
misi
|
|||||||
|
lingkungan sosial
|
tujuan
|
|||||||
|
lingkungan tugas
|
Strategi
|
|||||||
|
Internal
|
kebijakan
|
|||||||
|
Struktur
|
Program
|
|||||||
|
Budaya
|
Anggaran
|
|||||||
|
sumber daya
|
Prosedur
|
|||||||
|
kinerja
|
||||||||
E.
Metodologi
Penelitian
1.
Pendekatan
dan jenis penelitian
Dalam penelitian yang kami lakukan ini kami menggunakan pendekatan kualitatif
sebagaimana yang dijelaskan oleh (Albi & Johan 2018) bahwasanya pendekatan
kualitatif merupakan pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan maksud
menafsirkan fenomena yang terjadi di mana peneliti sebagai inrumen kunci, adapun jenis penelitian
yang kami lakukan adalah jenis penelitian studi kasus, sebagaimana dijelaskan (Semiawan,
2010) bahwasanya studi kasus atau case study adalah bagian dari metode
kualitatif yang hendak mendalami suatu kasus tertentu secara lebih mendalam
dengan melbatkan pengumpulan beraneka sumber informasi. Creswell mendefinisikan
studi kasus sebagai eksplorasi dari sistem-sitem yang terkait atau kasus, suatu
kasus menarik untuk diteliti karena corak khas kasus tersebut bagi orang lain
terutama bagi peneliti.
2.
Lokasi
penelitian
Kami melakukan penelitian di MTsN 02 Bondowoso yang beralamatkan di
potos, Badean kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso Jawa Timur kode pos 68214
3.
Informan
penelitian
Dalam menentukan informan dalam penelitian ini kami menggunakan
cara purposive sampling yang mana dijelaskan (Muri Yusuf,2014) bahwasanya metode purposive sampling adalah
teknik penentuan sample dengan dilandasi tujuan atau pertimbangan tertentu
terlebih dahulu, maksudnya pengambilan sumber informasi didasarkan pada maksud
yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam penelitian ini kami mengambil sample 7
orang sebagai sebagai informan dalam penelitian kami, diantaranya:
a.
Informan
ahli 1 orang
b.
Informan
penunjang 6 orang
c.
Informan
kunci 1 orang (peneliti)
4.
Teknik
pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang kami lakukan ialah dengan teknik
pengumpulan data interaktif yang mana teknik interaktif ini menurut Asfi
Manziati (2017) bahwasanya Miles & Huberman (1994) mengembangkan model
interpretasi yang dapat mengakomodir sifat alamiah dari kata kuantitatif: model
interaktif. Model interaktif adalah model analisis data kualitatif dimana
peneliti melakukan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan
penyimpulan data secara interaktif.

Pada model interaktif sesuai gambar di atas kami melakukan beberapa
langkah, antaranya adalah sebagai berikut:
a.
Reduksi
data
Langkah
reduksi data melibatkan beberapa tahap. Tahap pertama melibatkan langkah-langkah
editing, pengelompokan dan meringkas data. Pada tahap kedua, peneliti menyusun kode-kode mengenai berbagai hal,
termasuk yang berkenaan dengan aktivitas serta proses-proses sehingga penenliti
dapat menemukan tema-tema, kelompok-kelompok dan polapola data.
b.
Penyajian
data (display data)
Display data merupakan penyajian data yang melibatkan
langkah-langkah mengorganisasikan data yakni menjalin kelompok data yang satu
dengan kelompok data yang lain sehingga
seluruh data yang dianalisis benar-benar
dilibatkan dalam satu kesatuan karena dalam penelitian kualitatif data biasanya
beranekaragam perspektif dan terasa tertumpuk maka penyajian data pada umumnya
diyakini sangat membantu dalam proses analisis.
c.
Penarikan
atau verifikasi kesimpulan
Peneliti pada dasarnya mengimplementasikan prinsip induktif dengan
mempertimbangkan pola-pola data yang ada dan atau kecendrungan dari display
data yang telah dibuat. Ada kalanya kesimpulan telah tergambar sejak awal,
namun kesimpulan final tidak pernah dapat dirumuskan secara memadai tanpa
peneliti menyelesaikan analisis seluruh data yang ada.
5.
Teknik
analisis data
Analisis data yang kami lakukan menggunakan teknik yang ditawarkan
oleh Miles dan Huberman yaitu teknik interactive model . yang mana
dijelaskan dalam buku penelitian komunikasi kualitatif yang dikarang oleh
Pawito (2007:104) bahwasanya Miles dan Huberman (1994) menawarkan suatu teknik
analisis yang lazim disebut interactive model. Teknik analisis ini pada
dasarnya terdiri dari tiga komponen yaitu: reduksi data (data reduction),
penyajian data (data display), dan penarikan serta pengujian kesimpulan (drawing and verifying
conclusions).
6.
Teknik
pengecekan keabsahan data
Teknik pengecekan keabsahan data yang kami lakukan adalah dengan
trianggulasi sumber. Yang mana dijelaskan oleh Mahlail Syakur dalam bukunya
Tafsir Kependidikan (2012:18) bahwasanya trianggulasi sumber adalah proses cheking
terhadap kebenaran suatu informasi dari berbagai pihak dengan tujuan
verifikasi atau konfirmasi informasi. Triangulasi juga mengecek kebenaran
dengan membandingkan data dari sumber lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Hery.
2018. Manajemen Strategis. Jakarta: PT. Grasindo
Anggito,
Albi & Johan Setiawan.2018. Metodoligi penelitian Kualitatif. Suka Bumi: CV. Jejak
Raco, J.R. 2010. Metode
Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo
Yusuf,
Muri. 2014. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian
Gabungan. Jakarta: Kencana
Manzilati,
Asfi. 2017. Metodologi penelitian kualitatif: Paradigma, Metode dan Aplikasi.
Malang: UB Press
Sedarmayanti. 2016.Manajemen Strategi.Bandung: PT.refika
aditama
Fattah,Nanang.2015.Manajemen Stratejik Berbasis Nilai.Bandung:
PT Remaja
Rosdakarya
Hunger, David & Thomas L. 2003.Manajemen Strategis.
Yogyakarta:Andi
Sigian ,Sondang P. 2016.Manejemen Stratejik. jakarta:PT. Bumi Aksara
Pawito.
2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LkiS Pelangi Aksara
Syakur,
Mahlail. 2012. Tafsir Kependidikan. Kudus: MASEIFA Jendela Ilmu


Komentar
Posting Komentar