KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN


MAKALAH
SISTEM INFFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN
KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN




DOSEN PEMBIMBING:
YENI TRI NUR RAHMAWATI, S.Pd.I, M.Pd.I


OLEH:
AGUS TRIANI
201791200002


PROGRAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AT-TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AJARAN 2020-2021


KATA PENGANTAR


Puji syukur ilahirobbi atas berkat rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah guna menuntaskan tugas Sistem Informasi Manajemen dengan tepat atas waktu yang telah di tentukan.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada keharibaan junjungan kita nabi Muhammad SAW,karena berkat perjuangannya kita dapat merasakan nikmatnya hidup di tengah-tengah banyaknya ilmu pengetahuan.
Makalah yang berjudul Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen ini merupakan sebuah makalah yang dibuat untuk memenuhi sebuah tanggung jawab yang telah di amanahi oleh dosen kami yaitu: Yeni Tri Nur Rahmawati, S.Pd.I, M.Pd.I dan untuk beliau ucapan terimakasih yang tiada tara karena telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini hinga selesai.
Makalah ini hanyalah sebuah tulisan yang jauh dari kata kesempurnaan sehingga sangat di harapkan partisipasi semua pembaca untuk memberi kritikan yang dapat membangun kami semua dalam pembutan makalah.


Penyusun


BAB I

PENDAHULUAN

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK) adalah sebuah sistem informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah, yaitu TK, SD, SMP, dan SMA. SIMDIK dikembangkan secara terpadu dimulai dari proses operasional pendaftaran siswa baru, proses akademik, pengelolaan keuangan, sampai operasional siswa menjadi alumni.
SIMDIK merupakan proses operasional sekolah. SIMDIK juga dirancang sesuai dengan standar JARDIKNAS. Segala kebutuhan pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendikan Daerah maupun untuk kebutuhan Depdiknas dapat dilakukan dengan mudah. Dengan adanya SIMDIK manajemen pendidikan menjadi lebih mudah dan terkontrol.
Dalam menghadapi globalisasi, sistem informasi semakin dibutuhkan oleh lembaga pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kelancaran aliran informasi dalam lembaga pendidikan, kontrol kualitas, dan menciptakan aliansi atau kerja sama dengan pihak lain yang dapat meningkatkan nilai lembaga pendidikan tersebut.
1.      Apa pengertian data dan informasi?
2.      Bagaimana cara pengolahan data?
3.      Bagaimana terjadinya proses siklus informasi?
4.      Bagaimana cara menilai sebuah kualitas informasi?
5.      Bagaimana cara menilai sebuah informasi?
6.      Apa saja kebutuhan informasi untuk tiap level manajemen?
7.      Apa itu konsep dasar sistem manajemen pendidikan?
1.      Untuk mengetahuiApa pengertian data dan informasi
2.      Untuk mengetahuiBagaimana cara pengolahan data
3.      Untuk mengetahuiBagaimana terjadinya proses siklus informasi
4.      Untuk mengetahuiBagaimana cara menilai sebuah kualitas informasi
5.      Untuk mengetahuiBagaimana cara menilai sebuah informasi
6.      Untuk mengetahuiApa saja kebutuhan informasi untuk tiap level manajemen
7.      Untuk mengetahui tentang konsep dasar sistem informasi manajemen pendidikan

Menurut (Deni Darmawan dan Kunkun Nur Fauzi) Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi. Data bisa berupa bahan untuk diskusi, pengambilan keputusan, perhitungan, pengukuran. Saat ini data tidak harus dalam bentuk kumpulan huruf dalam bentuk kata atau kalimat, tapi bisa juga dalam bentuk suara, gambar diam dan bergerak, baik dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Bahkan sekarang mulai banyak berkembang data virtual/maya yang merupakan hasil rekayasa komputer.
Dalam suatu perusahaan, data bisa merupakan jumlah jam kerja bagi setiap karyawan di perusaan tersebut, jumlah penjualan, dan lain-lain. Ketika data ini diperoses, data tersebut diubah menjadi informasi. Sebagai contoh, ketika jam kerja para karyawan dikalikan dengan tarif para karyawan per jamnya, hasilnya merupakan penghasilan kotor bagi setiap karyawan dan jika penghasilan kotor tersebut dijumlahkan satu sama lainnya, jumlah keseluruhan merupakan jumlah gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Jumlah gaji yang harus dibayar ini merupakan info bagi pemilik perusahaan.  [1]
Menurut (Helmawati) Data adalah angka dan fakta yang masih mentah dari peristiwa yang belum dianalisis. Misalnya, data yang berupa angka dapat dijumpai dalam jumlah absen harian, baik itu peserta didik maupun absen guru dan karyawan. Nilai-nilai (angka) baik nilai harian, ulangan tengah semester maupun ulangan kenaikan kelas (ulangan akhir semester) merupakan data-data tentang hasil belajar akademik peserta didik. angka dari jumlah kebutuhan oprasional yang harus dikeluarkan pihak angka dari jumlah kebutuhan oprasional yang harus dikeluarkan pihak pengelolah, angka-angka dari inventaris sekolah/madrasah juga merupakan data.
Sementara itu, fakta dapat berupa keberadaan ruang kelas yang sudah tidak layak huni (bocor, tiang atau atap yang telah rapuh). Kursi atau meja yang sudah rapuh sehingga sudah tidak layak pakai. Gempuran dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan fakta yang harus dihadapin diera globalisasi ini. Kebijakan yang diambil pemerintah dalam sebuah undang-undang dan peraturan pemerintahan juga merupak fakta yang wajib diterima.
Namun, tentu saja tidak seluruh data tersebut akan digunakan dan bermanfaat bagi para penggunanya. Artinya ada sebagian data yang telah diolah akan benar-benar bermanfaat untuk beberapa pengguna dan belum tentu berguna atau bermanfaat bagi pengguna lainnya. Jadi, data yang kita miliki belum tentu semuanya akan digunakan dalam program atau perencanaan pendidikan, pengambilan keputusan, dan pengendalian pendidikan. Sebagai bahan mentah, data tidak mempunyai kegunaan atau arti bagi para penggunanya. Walaupun demikian data yang belum diolah (data mentah) dapat disimpan dahulu sebelum diolah (dianalisis) dan kemudian digunakan.[2]
Data adalah fakta yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi untuk beberapa pengguna dan belum tentu berguna atau bermanfaat bagi pengguna lainnya. Jadi, data yang kita miliki belum tentu semuanya akan digunakan dalam program atau perencanaan pendidikan, pengambilan keputusan, dan pengendalian pendidikan.
Menurut (Deni Darmawan dan Kunkun Nur Fauzi) Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut. Dari uraian tentang informasi ini ada tiga hal yang penting yang harus diperhatikan disini, yaitu:
1.      Informasi merupakan hasil pengolahan data
2.      Memberikan makna atau arti
3.      Berguna atau bermanfaat dalam meningkatkan kepastian
Suatuinformasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri:
1.        Akurat, artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Pengujian terhadap hal ini biasanya dilkukan melalui pengujian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih atau yang berbeda dan apabila hasil penguji tersebut menghasilkan hasil yang sama maka dianggap data tersebut akurat.
2.        Tepat waktu, artinya informasi itu tersedia atau ada pada saat informasi tersebut diperlukan, tidak besok atau beberapa jam lagi.
3.        Relevan, artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Kalau kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan informasi diberbagai tingkatan atau bagian yang ada dalam organisasi tersebut.
4.        Lengkap, artinya infomasi harus diberikan secara lengkap, misalnya informasi tentang penjualan yang tidak ada bulannya atau tidak ada fakturnya.
Informasi yang dibutuhkan oleh manajer dibagi 6 kategori yaitu:
1.        Informasi penyejuk (Comfort information), adalahinformasi keadaan sekarang yang merangkum keadaan bisnis atau organisasi, misalnya: ringkasan penjualan produk terakhir. Informasi ini biasanya tidak banyak digunakan, tetapi membantu manajer merasa aman terhadap oprasi yang berlangsung.
2.        Peringatan (Warning), yang berisi petunjuk terhadap suatu yang tidak biasa atau perubahan-perubahan rencana. Edialnya, minajer menerima peringatan sedini mungkin, sehingga cukup waktu untuk melakukan tindakan sebelum masalah penting yang tidak di harapkan benar-benar terjadi.
3.        Indikator kunci (Key indicator), berisi ukuran aspek-aspek penting yang berkaitan dengan kinerja organisasi, seperti: level keluhan pelanggan, digunakan untuk memelihara pengendalian perusahaan dan pengindentifikasi permasalahan.
4.        Informasi situasional (situational information), informasi terkini tentang proyek, masalah, atau isu penting yang memerlukan perhatian para manajer.
5.        Gossip, informasi informal yang berasal dari sumber, seperti: pihak industri terkadang berguna untuk menangani suatu masalah.
6.        Informasi eksternal (external information), informasi yang berasal dari luar perusahaan. Kadang kala informasi ini masih hangat dan berjangka panjang, misalnya: studi lingkungan yang dilakukan selama lima tahun terakhir.[3]
Pengolahan data adalah menipulasi data agar menjadi bentuk yang lebih berguna. Pengelolahan data tidak hanya melibatkan perhitungan nomeris tetapi juga operasi-operasi seperti klasifikasi data dan pindahan data dari suatu tempat ke tempat yang lain. Secara umum, kita mengakomsusikan bahwa operasi-operasi tersebut dilaksanakan oleh beberapa tipe mesin atau komputer, meskipun beberapa diantaranya dapat juga dilakukan oleh manual. [4]
Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. Data dapat membentuk simbol-simbol semacam huruf-huruf atau alfabet, angka-angka, bentuk-bentuk suara, sinyal-sinyal, gambar-gmabar, dan sebagainya.
Input
86oF
 
Proses
C=5/9(F-32)
 
Output
300C
 
 



Data yang diolah melalaui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang lain yang akan memebuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.[5]
Siklus informasi sering disebut juga dengan siklus pengolahan data sehingga tak ada perbedaan yang mendasar tentang pengolahan data dengan siklus nformasi, sehingga siklus informasi menurut John Burch merupakan sebuah rangkaian dari proses terjadinya pengolahan data dariproses input-proses-output sehingga hasill dari output akan menjadi bahan untuk kembali menjadi sebuah input.[6]









 
















Kualitas informasi dapat pula dikatakan sebagai mutu dari sebuah informasi, yang mana mutu dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
Informasi yang berkualitas menurut MC Leod memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.        Akurat, artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Pengujian pada hal ini biasanya dilakukan melalui pengujian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang berbeda dan apabila hasil pengujian tersebut menghasilkan hasil yang sama maka informasi tersebut dianggap akurat.
2.        Tepat waktu, artinya informasi itu harus tersedia atau pada saat informasi tersebut diperlukan.
3.        Relevan, artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan informasi diberbagai tingkatan dan bagian yang ada dalam organisasi tersebut.
4.        Lengkap, artinya informasi harus diberikan secara lengkap. Misalnya, informasi tentang tenaga pendidik tidak ada nomor induk pegawainya atau tidak ada data mata pelajaran yang diampunya.
Gelinas selanjutnya mengusulkan ciri-ciri suatu informasi adalah:
1.        Efektivitas, artinya informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses transaksi organisasi, termasuk di dalamnya informasi tersebut harus disajikan dalam waktu yang tepat, format yang tepat sehingga dapat di pahami, konsisten dengan format sebelumnya, isinya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan lengkap atau sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan
2.        Efisiensi, artinya informasi dihasilkan melalui penggunaan sumber daya yang optimal.
3.        Confidensial, artinya memperhatikan proteksi atau perlindungan terhadap informasi sensitif dari pihak yang tidak berwenang.
4.        Integritas, artinya informasi yang dihasilkan harus merupakan hasil pengolahan data yang terpadu berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.
5.        Ketersediaan, artinya informasi yang diperlukan harus selalu tersedia kapanpun saat diperlukan. Untuk itu diperlukan pengamanan terhadap sumber daya informasi.
6.        Kepatuhan, artinya informasi yang dihasilkan harus patuh terhadap undang-undang atau norma serta memiliki tanggung jawab, baik terhadap pihak internal maupun pihak eksternal organisasi.
7.        Kebenaran, artinya informasi telah disajikan oleh sistem informasi dengan benar dan dapat dipercaya sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengoperasikan organisasi.[7]
Suatu informasi dikatakan berniali bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi ialah untuk mengurangi hal ketidak pastia di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.


1.        Manfaat sistem informasi bagi organisasi
Jika pada awalnya sistem informasi diposisikan sebagai alat bantu untuk mengintegrasikan data meningkatkan kualitas informasi semata, maka kini sistem informasi telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Penerapan sistem informasi dihampir semua bidang usaha bisnis merupakan salah satu strategi untuk menjawab tekanan-tekanan yang dialami oleh organisasi.
Banyak manfaat yang dipetik oleh organisasi dengan pembangunan sistem informasi , menurut Oetomo (2002) antara lain:
a.    Integrasi data dan informasi
b.    Sistem pengorganisasian data
c.    Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial
d.   Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen
e.    Meningkatkan citra organisasi
Selanjutnya untuk lebih memahami manfaat pembangunan sistem informasi di atas, dapat disimak uraian sebagai berikut:
a.    Integrasi data dan informasi
Pembangunan sistem informasi, apalagi berbasis jaringan komputer, memungkinkan organisasi untuk mengintegrasikan data setup maupun data transaksi yang dilakukan dari berbagai terminal dalam lingkungan jaringan tersebut.
Dari data yang terintegrasi tersebut, dapat dieksplorasi berbagi macam laporan manajerial yang akan menjadi dasar bagi manajer untuk melakukan perancanaan, pengorganisasian dan pengontrolan terhadap kinerja organisasi, baik secara departemental maupun secara keseluruhan.
b.    Sistem pengorganisasian data
Pembangunan sistem informasi yang bertumpu pada sistem pengorganisasian data akan menghindarkan sistem dari bahaya duplikasi data atau sering disebut dengan redudansi.
Duplikasi data sering mengakibatkan inkonsistensi data, artinya terhadap perubahan data yang satu belum tentu akan diikuti dengan perubahan data yang diduplikatnya. Misalnya, redudansi data akan terjadi apabila departemen pemasaran mencatat data para agen. Sementara itu,  departemen keuangan juga membuat catatan tersendiri tentang data para agen tersebut sehingga apabila terjadi perubahan data para agen pada departemen pemasaran, belum tentu akan diikuti oleh departemen keuangan. Lain halnya jika pencatatan itu dilakukan berdasarkan sistem pengorganisasian data, di mana data dapat diapakai bersama, sehingga konsistensi data akan lebih terjamin.
c.    Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan majerial
Tuntutan akan ketersediaan laporan manjerial yang standar sering mengakibatkan tekanan psikologis yang sangat tinggi bagi para manajer lini tengah. Hal itu terjadi, karena mereka harus mengumpulkan semua data yang ada, menganalisa dan mengolah denganprosedur yang telah ditentukan, dan kemudian menyusun menjadi sebuah laporan manjerial.
Kejadian yang selalu berulang setiap bulan adalah keterlambatan yang terkadang tidak dapat ditolerir lagi. Belum lagi masalah keakuratan perhitungan sering kali diragukan, karena dijumpai banyak kesalahan.
Sistem informasi ini akan membantu manajer dalam mengahasilkan laporan. Di satu sisi sistem informasi ini memudahkan mereka, tetapi di sis lain juga menjadi ancaman akan keberlangsungan peran mereka dalam jangka panjang jika mereka tidak mereposisi peran mereka setelah sejumlah pekerjaan diambil alih oleh sistem informasi.
d.   Menigkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen
Dalam lingkungan persaingan antar organisasi, faktor-faktor yang menentukan keunggulan satu dari yang lainnya, kualitas produk dan keputusan yang lebih baik, kecepatan layanan dan harga yang murah.
Kualitas produk dan keputusan dapat ditingkatkan melalui pembangunan sistem informasi. Melalui sistem informasi, semua departemental dalam organisasi akan mendapatkan aliran informasi yang dibutuhkan tepat pada waktunya sehingga kualitas produksi dapat ditingkatkan, karena departemen persediaan barang dan departemen produksi dapat memperoleh informasi yang jelas dan tepat dalam waktu yang singkat.
Aliran informasi yang sehat itu akan berdampak pada peningkatan layanan konsumen. Misalnya, nasabah bank dapat memperoleh informasi tentang besarnya set yang dimiliki hanya dalam waktu sekejap.
e.    Meningkatkan citra  organisasi
Pembangunan sistem informasi akan meningkatkan citra organisasi dari sudut pandangan anggota maupun pihak eksternal organisasi. Layanan konsumen akan sangat cepat dilakukan, sementara staff juga cukup ringan dalam memperoleh ribuan transaksi yang terjadi.
Kepercayaan masyarakat akan lebih meningkat dan akan mengalirkan simpati yang cukup besar untuk mendorong tingkat pembelian produk dari organisasi tersebut.
2.        Manfaat sistem informasi dalam pembelajaraan
Dalam bidang pendidikan, tekhnologi informasi dapat dimanfaatkan dalam kategori:
a.    Knowledge management tool
Dengan TI, kita dapat menyimpan pengetahuan manusia kedalam bentuk yang lain yang lebih kompak, efisien dan mudah dimanfaatkan.
Masuk dalam kategori ini:
1) 
·         Matematika
·         Fisika
·         Biologi
·         Kimia
·         Sejarah
·         Geografi
·         Bahasa indonesia
·         Bahasa inggris
·         PPKN
·         Agama
·         Kesenian
·         Pelajaran lainnya
 
Dokumen elektronik
2)  Buku elektronik
 







Pada tahap awal, materi pelajaran dipindahkan dari bentuk konvensional ke bentuk elektronik (digital library)
Pada tahap lanjut, digital library dikembangkan menjadi lebih interaktif dengan membacanya (interavtive e-Book)
b.    Learning tool
TI dapat dimanfaatkan pula sebagai perangkat bantu bidang-bidang pengajaran untuk berbagai bidang studi.
1)   Drill-and-Practice
2)   Tutorial
3)   Simulation
4)   Problem Solving
Text Box: Berbagai mata pelajaran
Text Box: Digunakan untuk melatih siswa dalam pengambilan keputusan dapat mewujudkan dalam bentuk game.
Problem-solving software
 














c.    Business management tool
Proses dan tugas keseharian di sebuah lembaga pendidikan dapat menjadi lebih ringan dengan bantuan IT.
1)        Pengelolaan siswa, guru, alumni, staf
2)        Pengelolaan nilai dan data akademik
3)        Pengelolaan aktifitas pengajaran
4)        Pengelolaan aset dan keuangan
5)        Pengelolaan dokumen pendidikan

 
















d.   Analysis/calculation tool
Pemanfaatan di bidang ini telah ada sejak awal lahirnya komputer.
1)   Kalkulasi matematis = lotus 123, MS Exel
2)   Statistika = SPSS, Mini Tab
3)   Kalkulus dan analisa matriks = MathCad
4)   Desain PCB = Protel[8]
Kebutuhan informasi didalam suatu informasi ditentukan oleh level manajemen dan pihak non manajemen yang akan menggunakan informasi. Oleh karena itu, sistem informasi yang dibangun atau dipakai sebuah organisasi perlu mengakomodasi kebutuhan pemakai berdasarkan level manajemen. Berbagai level manajemen dalam sebuah organisasi akan dibahas terlebih dahulu.
Top Management biasanya bersumber dari hal-hal yang berada diluar perusahaan yang secara langsung maupun tidak langsung memepengaruhi jalannya bisnis. Contohnya adalah keadaan asal (market), kecenderungan ekonomi (trend), gejala-gejala sosisal masyarakat kedatangan para pesaing baru, kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.
Middle Management, informasi eksternal maupun internal dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Contoh informasi dari luar perusahaan yang dibutuhkan adalah menegenai jenis-jenis bahan mentah atau bahan baku beserta kualitas dan harganya, teknologi baru penunjang penciptaan produk dan lain sebagainya.
Lower Management, yang lebih membutuhkan informasi berkaitan dengan internal perusahaan contohnya hutang pelanggan yang telat dibayar, pesanan yang belum dikirim, ketersediaan sumber daya manusia untuk produksi, dan lain sebagainya.[9]
Kualitas informasi dapat pula dikatakan sebagai mutu dari sebuah informasi, yang mana mutu dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
G.    Konsep dasar sistem informasi  manajemen pendidikan
Ada beberapa pengertian tentang Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIKdiantaranya, yaitu :  SIMDIK atau yang disebut SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN PENDIDIKAN adalah suatu sistem data sekolah berbasis ITC dimana segala data base sekolah bisa tersimpan dengan aman serta dapat terkoneksi melalui suatu server.
SIMDIK adalah sebuah sistem informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah. Sekolah yang dapat di cover dengan SIMDIK ini adalah sekolah TK, SD, SMP, SMA dan sederajat.
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung kembali proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Data-data tersebut adalah data empiris atau data/fakta sebenarnya yang benar-benar ada dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Dengan mempertimbangkan uraian-uraian di atas dapat dikemukakan definisi alternatif sistem informasi manajemen pendidikan, yakni: sistem, yang terdiri dari sekelompok orang, pedoman, dan perangkat pengolah data, yang memantau dan mengambil kembali data dari lingkungan, yang memperoleh data dari transaksi dan operasi dalam organisasi, dan yang menyaring, mengatur, dan memilih data serta menyajikannya sebagai informasi kepada para pemangku kepentingan pendidikan/sekolah, terutama bagi para manajer pendidikan pada semua level dan fungsi organisasi, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, untuk mendukung komunikasi, dan untuk mendukung kegiatan operasional, termasuk di dalamnya kegiatan instruksional.
SIMDIK dikembangkan secara terpadu dimulai dari proses operasional pendaftaran siswa baru, proses akademik, pengelolaan keuangan, sampai operasional siswa menjadi alumni.
SIMDIK merupakan proses operasional sekolah. SIMDIK juga dirancang sesuai dengan standar JARDIKNAS. Segala kebutuhan pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendidikan Daerah maupun untuk kebutuhan Depdiknas dapat dilakukan dengan mudah. Dengan adanya SIMDIK manajemen pendidikan menjadi lebih mudah dan terkontrol.


BAB III

PENUTUP

Data adalah fakta yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi untuk beberapa pengguna dan belum tentu berguna atau bermanfaat bagi pengguna lainnya. Jadi, data yang kita miliki belum tentu semuanya akan digunakan dalam program atau perencanaan pendidikan, pengambilan keputusan, dan pengendalian pendidikan.
Pengolahan data adalah menipulasi data agar menjadi bentuk yang lebih berguna. Pengelolahan data tidak hanya melibatkan perhitungan nomeris tetapi juga operasi-operasi seperti klasifikasi data dan pindahan data dari suatu tempat ke tempat yang lain. Secara umum, kita mengakomsusikan bahwa operasi-operasi tersebut dilaksanakan oleh beberapa tipe mesin atau komputer, meskipun beberapa diantaranya dapat juga dilakukan oleh manual.
siklus informasi menurut John Burch merupakan sebuah rangkaian dari proses terjadinya pengolahan data dari proses input-proses-output sehingga hasill dari output akan menjadi bahan untuk kembali menjadi sebuah input.
Kebutuhan informasi didalam suatu informasi ditentukan oleh level manajemen dan pihak non manajemen yang akan menggunakan informasi yang terdiri dari : Top management, Middle management, dan Lower management.
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung kembali proses pengambilan keputusan bidang pendidikan.  Data-data tersebut adalah data empiris atau data/fakta sebenarnya yang benar-benar ada dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.



DAFTAR PUSTAKA


DarmawanDeni &Fauzi Kunkun Nur. 2013. Sistem Informasi Manajemen.                          Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Helmawat.2005. Sistem Iinformasi Manajemen.Yogyakarta: Graha Ilmu

Martin M. Lipschutz.1990.Pengolahan Data. Jakarta:Erlangga

Rian ahmad syathari & suryadi.2009.Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.      Bandung: PT. Sarana Panca Karya Nusa

http:// ameliasimtifa.blogspot.com/ 2009/ 11 /kebutuhan-informasi-untuk-setiap-level.html?m=1

http://sim-septialutfi-11140264-eisarmilaa.blogspot.com/2015/10/sistem-informasi-manajemen-pendidikan.html



[1]Deni Darmawan & Kunkun Nur Fauzi, Sistem Informasi Manajemen (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), Hlm. 1-2
[2]  Helmawati, Sistem Iinformasi Manajemen (Yogyakarta: Graha Ilmu,2005), Hlm. 16-17
[3]Deni Darmawan & Kunkun Nur Fauzi, Sistem Informasi Manajemen (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), Hlm. 2-3
[4] Martin M. Lipschutz, Pengolahan Data(Jakarta:Erlangga, 1990 ), Hlm. 1
[5]Rian ahmad syathari & suryadi, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Bandung: PT. Sarana Panca Karya Nusa,2009), hlm. 31
[6] Rian ahmad syathari & suryadi, SistemInformasi Manajemen Pendidikan (Bandung: PT. Sarana Panca Karya Nusa,2009), hlm. 32

[7]Rian ahmad syathari & suryadi, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Bandung: PT. Sarana Panca Karya Nusa,2009), hlm. 32-33


[8]Rian ahmad syathari & suryadi, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Bandung: PT. Sarana Panca Karya Nusa,2009), hlm.,33-37

[9] http:// ameliasimtifa.blogspot.com/ 2009/ 11 /kebutuhan-informasi-untuk-setiap-level.html?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOKOH-TOKOH MUTU