PENDEKATAN DALAM KAJIAN FILSAFAT PENDIDIKAN
MAKALAH
FILASAFAT PENDIDIKAN ISLAM
PENDEKATAN DALAM KAJIAN FILSAFAT PENDIDIKAN
DOSEN PEMBIMBING:
LA MAHIDIN ,S.Pd.I, M.Pd.I
NAMA
KELOMPOK:
AGUS TRIANI
ELOK FIDAUSIAH
WARDATUL JANNAH LAILIYAH
PROGRAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AT-TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AJARAN 2019-2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur ilahirobbi atas berkat rahmat dan hidayahnya sehingga
kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah guna menuntaskan tugas bahasa
Indonesia dengan tepat atas waktu yang telah di tentukan.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada
keharibaan junjungan kita nabi Muhammad SAW,karena berkat perjuangannya kita
dapat merasakan nikmatnya hidup di tengah-tengah banyaknya ilmu pengetahuan.
Makalah yang berjudul pendekatan dalam kajian filsafat pendidikan
islam ini merupakan sebuah makalah yang dibuat untuk memenuhi sebuah tanggung
jawab yang telah di amanahi oleh dosen kami yaitu:La Mahidin S.Pd.I,M.Pd.I dan untuk beliau ucapan terimakasih yang tiada
tara karena telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini hinga selesai.
Makalah ini hanyalah sebuah tulisan yang
jauh dari kata kesempurnaan sehingga sangat di harapkan partisipasi semua
pembaca untuk memberi kritikan yang dapat membangun kami semua dalam pembutan
makalah.
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Mencari ilmu
dalam kehidupan ini bagaikan orang yang kehausan dan meminum air laut untuk
menghilangkan dahaganya dan rasa haus itu takkan pernah hilang meski air laut
itu sampai habis diminum olehnya, begitu pula dengan ilmu pengetahuan yang
terus berkembang dimuka bumi ini, tak akan pernah ada habisnya karena ilmu itu
akan terus berkembang dan tak akan pernah usang meski dunia akan terus berjalan
menuju tempat terakhir untuknya menampung kita untuk hidup di dalamnya.
Berbicara
dimana ilmu itu bersumber, maka kita tidak akan jauh dari pembahasan tentang
teori berfikir atau berfilsafat, karena melalui filsafat ilmu-ilmu itu
bersumber dan berkembang menjadi ilmu-ilmu yang bisa dipelajari dan dinikmati
secara langsung saat ini.
Ada apa di
dalam filsafat, sehingga banyak melahirkan ilmu-ilmu baru yang salah satunya
adalah ilmu filsafat pendidikan islam, apakah filsafat memiliki metode
pendekatan sehingga teori yang berada di dalam filsafat dikonsumsi oleh banyak
pihak?
Hal ini memicu
kami untuk membuat sebuah terobosan baru tentang kajian pendekatan filsafat
sehingga bisa diterima oleh masyarkat dan bisa memberikan cahaya-cahaya baru
untuk menerangi permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan terutama dalam
filsafat pendidikan islam.
1.
Apa
itu filsafat pendidikan islam?
2.
Apa
saja pendekatan dalam kajian filsafat pendidikan islam?
1.
Untuk
mengetahui apa itu filsafat pendidikan islam
2.
Untuk
mengetahui apa manfaat dari setiap pendekatan dalam kajian filsafat pendidikan
islam
BAB II
PEMBAHASAN
Menurut arti
kata, filsafat terdiri atas kata philein yang berarti cinta dan sophia
yang berarti kebijaksanaan. Filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Cinta berarti
hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh.
Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Jadi
filsafat adalah hasrat atau keinginan yang sungguh akan kebenaran sejati.[1]
Filsafat
pendidikan merupakan filsafat terapan, yaitu hasil ketika cara pandang filsafat
masuk dan mengambil objek pendidikan, menjadi pandangan yang keliru, terutama
jika dilihat secara geneologis, terutama karena hal itu melahirkan kesan makna
bahwa pendidikan adalah suatu hal yang sepenuhnya terpisah dari flsafat atau ia
berada di luar filsafat. Oleh karena itu, jika filsafat pendidikan kita konsesi
mesti didefinisikan sebagai filsafat sebagai filsafat terapan, dasar pijakan
bersifat metodis disuatu sisi. Sedangkan, disisi yang lain, ia menegaskan bahwa
pendidikan adalah suatu hal yang dipandang sebagai bidang yang sepenuhnya bukan
filsafat atau diluar filsafat.[2]
Hal itu
menimbulkan perdebatan panjang yang begitu polemik. Saat pendidikan dikatakan
sepenuhnya lepas dari filsafat, seseorang lebih jauhnya mungkin akan bertanya,
diruang mana sebenarnya pendidikan pernah sunguh-sunguh terbukti lahir sebagai
bidang yang sepenuhnya berada luar ruang filsafat, sedangkan siapapun
mengetahui bahwa pendidikan tidak pernah hadir selain dengan gagasan nilai
serta pandangan-pandangan yang filsafat?
Dalam
pengkritisan tersebut istilah filsafat pendidikan selalu menjadi hal yang hanya
bisa diterima dalam hal pengandaian metodis guna menunjukkan upaya-upaya cara
pandang filsafat untuk mengkaji ruang pendidikan atau tepatnya ruang upaya
manusia secara umum dalam membangun hidup dan kehidupannya untuk menjadi
semakin baik dan berkualitas.
Secara
etimologi pendekatan adalah derivasi kata dekat, artinya tidak jauh, setelah
mendapat awalan pe dan akhiran an maka kata pendekatan dapat bermakna
suatu proses, perbuatan, cara mendekati, ataupun suatu aktivitas penelitian
untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti atau metode-metode untuk
mencapai pengertian tentang masalah penelitian. Adapun makna pendekatan dari
sudut terminologi adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu
bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami segala yang ada.[3]
Rujukan pertama dalam
keilmuan Islam ialah wahyu (Al-Quran). Dimana pengertian Alquran itu sendiri
ialah wahyu Tuhan Swt. yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai pedoman
hidup manusia. Secara bahasa, alquran artinya bacaan, yaitu bacaan bagi
orang-orang yang beriman. Bagi umat Islam, membaca al-Quran merupakan ibadah.
Makna dari pendekatan
wahyu disini ialah melakukan berbagai tindakan dan upaya penyelesaian terhadap
berbagai permasalahan dengan berlandaskan pada ayat-ayat Al-Quran yang sesuai
dengan topik permasalahan. Akan tetapi, tidak tertutup juga kemungkinan bahwa
petunjuk seperti ilham dari Tuhan itu dapat diperoleh oleh
manusia melalui usaha-usaha yang dilakukan secara sadar.
Ramayulis di dalam bukunya “Filsafat Pendidikan Islam”
mengutip dari Jalaluddin menjelaskan, Metode ini digunakan dalam upaya
menggali, menafsirkan, dan menta’wilkan argumen yang bersumber dari pokok
ajaran Islam yang terkandung dalam AlQur’an dan Hadits. Dan kajian itu,
kemudian disusun suatu konsep dasar pendidikan Islam secara filosofis. Dengan
landasan keyakinan bahwa ajaran yang bersifat wahyu merupakan petunjuk yang
harus diikuti dan diimani. Dalam konteks ini, metode filsafat pendidikan Islam
berangkat dari kepercayaan (keyakinan) untuk memperoleh kebenaran yang lebih
tinggi. Metode ini berbeda dengan metode dialektika yang digunakan oleh
Socrates sebagai metode dasar untuk penyelidikan filsafat.
Metode dialektik bertitiktolak dari sikap ragu terhadap
kebenaran dan berusaha mencari kebenaran baru sebagai alternatif. Dengan adanya
keyakinan tersebut, maka usaha yang dilakukan oleh para filosof dan ahli
pendidikan Islam hanya pada pengalihan bahasan kebenaran wahyu ke dalam bentuk
filsafat pendidikan Islam yang bersifat konsepsional.[4]
Speculative approach,
atau pendekatan spekulatif[5],
yaitu memikirkan, mempertimbangkan, juga membayangkan, dan menggambarkan
tentang suatu objek untuk mencari hakikat yang sebenarnya. Pendekatan ini juga
sering disertai dengan ungakapan spekulatif komtemplatif.
Dalam
sistem filsafat islam disebut tafakkur, baik kontemplatif maupun tafakkur yakni
berpikir secara komprehensif dan dalam situasi yang tenang dan sunyi, untuk
mendapatkan kebenaran tentang hakikat sesuatu yang dipikirkan. Dan oleh karena
itu, berkaitan dengan masalah abstrak, misalnya hakikat hidup menurut islam,
hakikat islam, sifat tuhan, takdir, malaikat.
Pendekatan spekulatif merupakan pendekatan yang umum dipakai
dalam filsafat, termasuk filsafat pendidikan Islam. Pendekatannya dilakukan
dengan cara memikirkan, mempertimbangkan, dan menggambarkan suatu objek untuk
mencari hakikat yang sebenarnya. Dalam pendidikan banyak sekali objek yang
harus diketahui hakikat yang sebenarnya, seperti hakikat manusia, kurikulum,
tujuan, proses, materi, pendidik, peserta didik, evaluasi, dan sebagainya.[6]
Pendekatan ilmiah terhadap masalah actual,yang
pada hakikatnya merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari pola berfikir
rasional, empiris dan eksprimental yang telah berkembang pada masa jayanya
filsafat Islam.
Kurikulum 2013 mengisyaratkan sebuah
pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik menekankan pada
keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran secara lebih intens, kreatif, dan
mandiri. Peserta didik dilibatkan langsung di dalam proses pembelajaran. Dalam
pendekatan ini, keberhasilan akan tampak jika peserta didik mampu melakukan
langkah-langkah saintifik mulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengomunikasikan. Langkah-langkah ini merupakan satu kesatuan dan saling
mengait.
Pendekatan
konsep dimaksudkan untuk mengkaji hasil karya ulama dan ahli pendidikan islam
dari masa –masa silam. Dengan harapan agar mengetahui bagaimana konsep-konsep
pendidikan islam dari zaman ke zaman,faktor-fakto yang mempengaruhinya serta
latar belakang yang mendorong adanya konsep-konsep tersebut. Pendekatan ini
dilakukan sebagai cara untuk mengetahui perbedaan dan persamaan antar
konsep-konsep yang di hasilkan oleh para ulama dan pemikir pendidikan islam
pada zamannya masing-masing. Kajian melalui karya tersebut kita dapat
memperoleh beberapa manfaat diantaranya bagaimana perkembangan filsafat
pendidikan islam pada setiap zaman, mengetahui hasil karya para pengamat dan
pemikir pendidikan dan terus melakukaan
kajian yang masih relevan guna melakukan perbaikan-perbaikan pada hal yang
perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman.[7]
Menurut arti kata, filsafat terdiri atas kata philein yang
berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Filsafat berarti
cinta kebijaksanaan. Cinta berarti hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar
atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau
kebenaran yang sesungguhnya. Jadi filsafat adalah hasrat atau keinginan yang
sungguh akan kebenaran sejati.
Secara etimologi pendekatan adalah derivasi kata
dekat, artinya tidak jauh, setelah mendapat awalan pe dan akhiran an maka kata pendekatan dapat bermakna
suatu proses, perbuatan, cara mendekati, ataupun suatu aktivitas penelitian
untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti atau metode-metode untuk
mencapai pengertian tentang masalah penelitian, pendekatan dalam filsafat dapat
dikategorikan menjadi pendekatan wahyu, pendekatan spekulatif, pendekatan ilmiah
dan pendekatan konsep.
DAFTAR PUSTAKA
Soetriono & SRDm rita hanafie.2007.filsafat ilmu dan
metodologi penelitian.jogjakarta:cv.
Andi offset
Gandhi HW, Teguh Wangsa.2017.Filsafat Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media
Nata, Abuddin.2000. Metodologi Studi Islam.
Jakarta : PT. Rajawali Grafindo
Persada
Ramayulis. 2015. Filsafat
Pendidikan Islam Analisis Filosofis Sistem Pendidikan Islam.Jakarta: Kalam Mulia
Vygotsky, 1978; Davydov, 1995
http://dosenmuslim.com/filsafat-pendidikan/pendekatan-pendekatan-filsafat-pendidikan-islam-2/.
Diunduh pada 23/03/2019:15.46
[1] Soetriono &
SRDm rita hanafie.filsafat ilmu dan metodologi penelitian.2007.(jogjakarta:cv.
Andi offset) hlm.,20
[2] Teguh Wangsa
Gandhi HW.Filsafat Pendidikan.2017.(Jogjakarta:Ar-Ruzz Media) Hlm.,82
[3] Abuddin Nata. 2000. Metodologi Studi Islam.
Jakarta : PT. Rajawali Grafindo Persada. Hal. 42-43.
[4] Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam (Analisis Filosofis
Sistem Pendidikan Islam), (Jakarta: Kalam Mulia, 2015), cet. ke-4,
hlm. 11.
[5]Spekulatif: spe-ku-la-tif/spékulatif/
a 1 dengan pemikiran dalam-dalam secara teori; 2 bersifat spekulasi
(untung-untungan) (sumber: KBBI Online
https://kbbi.web.id/spekulatif)
[6] Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam (Analisis Filosofis
Sistem Pendidikan Islam), (Jakarta: Kalam Mulia, 2015), cet. ke-4,
hlm. 12.
[7]http://dosenmuslim.com/filsafat-pendidikan/pendekatan-pendekatan-filsafat-pendidikan-islam-2/. Diunduh pada
23/03/2019:15.46
Komentar
Posting Komentar