Konsep Dasar, Ruang Lingkup dan Sejarah Manajemen Strategi


MAKALAH
MANAJEMEN STRATEGI
Konsep Dasar, Ruang Lingkup dan Sejarah Manajemen Strategi


DOSEN PEMBIMBING: ABDUL HAQ ASY, S.Pd.I,M.Pd.I

NAMA KELOMPOK
ABIDATUL RAHMAH
AGUS TRIANI
AINUL QOMARIAH
ALFIYATUL HASANAH

PROGRAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISTAM AT-TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AJARAN 2019-2020

KATA PENGANTAR

بسم الله الرحمن الرحيم
Puji syukur ilahirobbi atas berkat rahmat dan hidayahNYA sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah guna menuntaskan tugas Manajemen Strategi dengan tepat atas waktu yang telah di tentukan.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada keharibaan junjungan kita nabi Muhammad SAW,karena berkat perjuangannya kita dapat merasakan nikmatnya hidup di tengah-tengah banyaknya ilmu pengetahuan.
Makalah yang berjudul konsep dasar, ruang lingkup dan sejarah manajemen strategi ini merupakan sebuah makalah yang dibuat untuk memenuhi sebuah tanggung jawab yang telah di amanahi oleh dosen kami yaitu: Abdul Haq Asy’ariS.Pd.I,M.Pd.I dan untuk beliau ucapan terimakasih yang tiada tara karena telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini hinga selesai.
Makalah ini hanyalah sebuah tulisan yang jauh dari kata kesempurnaan sehingga sangat di harapkan partisipasi semua pembaca untuk memberi kritikan yang dapat membangun kami semua dalam pembutan makalah.


Penyusun        


DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN

            Lembaga pendidikan merupakan sebuah wadah untuk mendidik anak bangsa agar menjadi generasi emas penerus bangsa serta guna mewujudkan keinginan bangsa indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
            Lembaga pendidikan berdiri tidak langsung berdiri dan langsung dapat melaksanakan sebuah pembelajaran di dalamnya, ada beberapa proses yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk mampu merencanakan rancangan pembelajaran yang akan diajarkan, mendatangkan anak bangsa agar memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan serta persaingan yang ketat juga perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan agar lembaga pendidikan tersebut memiliki daya saing yang mumpuni dan mampu bertahan dalam era yang terus maju.
            Untuk melakukan beberapa hal yang di maksud maka sebuah lembaga pendidikan harus mampu membuat sebuah kerangka masa depan yang akan dilakukan kedepan untuk mewujudkan keberlangsungan pendidikan dalam lembaga pendidikan yang didirikan.
            Kerangka masa depan seperti apa yang harusnya di buat oleh sebuah lembaga pendidikan, serta bagaimana cara lembaga pendidikan membuat sebuah kerangka masa depan yang baik dan benar agar dapat bermanfaat bagi keberadaan pendidikan di masa yang akan datang serta kerangka masa depan seperti agar bisa memberikan pencerahan kepada para generasi emas penerus bangsa tentang pentingnya sebuah pendidikan dan kerangka masa depan seperti apa yang bisa membuat proses pembelajaran dalam kelas berjalan secara baik dan benar.
            Untuk  mengetahui apa sebenarnya kerangka masa depan yang di maksud kami membuat makalah ini agar menjadi sebuah rujukan dari para pengelola lembaga pendidikan untuk lebih memahami apa kerangka masa depan yang sebenarnya dan seperti apa.


1.      Apa saja konsep dasar manajemen strategi?
2.      Ruang lingkup apa saja yang ada pada manajemen strategi?
3.      Bagaimana sejarah manajemen strategi itu bisa di bentuk?

1.      Untuk mengetahui konsep dasar manajemen strategi
2.      Untuk mengetahui ruang lingkup yang ada pada manajemen strategi
3.      Untuk mengetahui sejarah terbentuknya manajemen strategi
1.      Pengertian strategi
Strategi rencana jangka panjang, diikuti tindakan yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu, yang umumnya adalah kemenangan. Asal kata strategi turunan dari kata dalam bahasa yunani, strategos.
Pengertian strategi secara umum:proses penentuan rencana pemimpin puncak berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan cara/upaya bagaimana agar tujuan dapat dicapai.
proses yang menentukan adanya perencanaan terhadap top manajer yang terararah pada tujuan jangka panjang perusahaan, disertai penyusunan upaya bagaimana agar mencapai tujuan yang diharapkan.
Pengertian strategi secara khusus tindakan yang bersifat secara meningkat, terus menerus, dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan pelanggan dimasa depan.
tindakan yang bersifat terus menerus, mengalami peningkatan dan dilakukan dengan sudut pandang tentang apa yang diinginkan serta diharapkan oleh konsumen dimasa depan.
2.    Konsep strategi
Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan, dalam perkembangannya, konsep mengenai strategi terus berkembang. menurut chandler (1962:13) menyebutkan bahwa strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dana lokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut. pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep lain yang berkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang disuusn, diantarannya:
a.       distinctive competence, tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan persaingan. menurut day dan wensley (1998), identifikasi distinctive competence dalam organisasi meliputi:
1) keahlian tenaga kerja
2) kemampuan sumber daya.
b.      competitive advantage, keunggulan bersaing disebabkan pilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar. [1]
Berdasarkan pendapat para pakar manajemen di bidang bisnis antara lain porter, michael (1996), ketchen jr.,D.,et all. (2009),  kenneth andrews (2005), cenderung mengemukakan bahwa strategi merupakan pola penentuan keputusan-keputusan dan tindakan untuk mengubah suatu kondisi yang diinginkan oleh organisasi dimasa depan sebagai suatu respons atas tuntutan perubahan lingkungan organisasi.
Kennet andrews (2005) mengidentifikasi unsur-unsur penting yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, yaitu sebagai berikut.
a.       Tujuan (goods) dan sasaran (objectives) adalah kondisi yang diinginkan yang hendak dicapai atau diwujudkan oleh organisasi di masa yang akan datang.
b.      Untuk mencapai kondisi tersebut, sumber-sumber daya (resources) yang bagaimana dibutuhkan,SDM,sarana dan fasilitas, keuangan, teknologi, baik secara kualitatif maupun besarannya atau kuantitatif.
c.       Lingkungan organisasi, baik lingkungan ekonomi maupun non-ekonomi (sosial budaya), pesaing, pelanggan atau stakeholder dalam memilih produk atau jasa dan pemasaran.
d.      Permasalahan yang dihadapi dalam persaingan atau kompetisi. Kompetisi merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam menentukan strategi.
e.       Kekuatan dan kelemahan yang dimiliki organisasi untuk melakukan perubahan sesuai dengan kondisi yang realistik.
f.       Prinsip kehati-hatian atau cermat dalam merimuskan keputusan-keputusan strategis terutama pada penentuan sasaran. Sasaran adalah nilai-nilai (valuese) yang dirumuskan oleh pembuat kebijakan organisasi.
Nilai-nilai yang ingin dicapai oleh organisasi harus sesuai dengan yang diharapkan oleh stakeholder.
Tujuan strategi merupakan kunci yang menentukan arah perubahan masa depan organisasi, secara sederhana dapat di gambarkan sebagai berikut.
Kondisi saat ini
Kondisi yang diharapkan di masa depan
strategik
 




berpikir strategi merupakan analisis kritis tentang masalah atau kesenjangan (gap) antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan dimasa depan. Berpikir strategi merupakan kemampuan intelektual tentang masalah, kecenderungan yang terjadi, kejadian atau situasi yang dihadapi organisasi.
Setiap organisasi mempunyai tujuan strategi yang hendak dicapai sesuai dengan jangka waktu, sumber daya yang dimiliki, peluang dan tantangan. Dalam konteks ini dikenal dengan rencana strategi (strategic planning) yang termasuk rencana jangka panjang 5 tahun sampai dengan 10 tahun lebih (long term planning). Sedangkan rencana jangka pendek biasanya 1 tahunan disebut rencana operasional (operational planning), dan rencana yang kurang dari lima tahun disebut rencana jangka menengah (middle range planning).
Dengan demikian , dapat disimpulkan bahwa untuk membuat rencana strategi memerlukan langkah-langkah sebagai berikut.
a.       Memahami kondisi organisasi saat ini berdasarkan hasil kajian faktor-faktor internal dan eksternal.
b.      Mencermati aspek-aspek penting yang menentukan arah masa depan organisasi terutama misi, visi, tujuan, sasaran, dan isu strategi.
c.       Menentukan program-program prioritas  sesuai dengan sasaran dan isu strategi organisasi.
d.      Menyusun rencana operasional atau rencana taktis (action plan) dilengkapi dengan alokasi biaya, sumber daya manusia atau tenaga yang dibutuhkan, sarana dan prasarana pendukung sesuai dengan jangka waktu.
e.       Membuat kerangka kerja monitoring dan evaluasi (MONEV) untuk membandingkan hasil implementasi strategi dengan rencana strategi.[2]

Ruang lingkup manajemen strategi atau elemen-elemen dasar dari proses Manajemen Strategi meliputi beberapa diantaranya ialah di jelaskan pada gambar sebagai berikut:
Pengamatan lingkungan
Perumusan strategi
Implementasi strategi
Evaluasi dan pengendalian
 





Proses manajemen strategis meliputi empat elemen dasar: pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi energi dan evaluasi dan pengendalian. Pada gambar di atas menunjukkan interaksi keempat elemen tersebut. Pada level korporasi, proses manajemen strategis meliputi aktivitas-aktivitas mulai dari pengamatan lingkungan sampai evaluasi kinerja. Manajemen mengamati lingkungan eksternal untuk melihat kesempatan dan ancaman dan mengamati lingkungan internal untuk melihat kekuatan dan kelemahan.
Faktor-faktor yang paling penting untuk masa depan perusahaan disebut faktor-faktor strategis dan diringkas dengan singkatan S.W.O.T yang berarti Stengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan),  dan threats (ancaman). Setelah mengidentifikasi faktor-faktor strategis, manajemen mengevaluasi interkasinya dan menentukan misi perusahaan yang sesuai. Langkah pertama dalam merumuskan strategi adalah pernyataan misi, yang memiliki peranan penting dalam menentukan tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Perusahaan mengimplementasikan strategi dan kebijakan tersebut melalui program, anggaran dan prosedur. Akhirnya, evaluasi kinerja dan umpan balik untuk memastikan tepatnya pengendalian aktivitas perusahaan.
Model manajemen strategis digambarkan dalam diagram gambar di bawah ini yang menggambarkan proses secara berkelanjutan dan juga merupakan pengembangan dari model dasar dari gambar di atas yang telah di jelaskan sebelumnya sebagai model normatif, model itu berusaha menunjukkan bagaimana manajemen strategis seharusnya dilakukan lebih dari sekedar menggambarkan apa yang sebenarnya banyak di lakukan pada banyak organisasi.[3]

Pengamatan
perumusan strategi
implementasi strategi
evaluasi &
Lingkungan
pengendalian
Eksternal
misi
lingkungan sosial
tujuan
lingkungan tugas
strategi
Internal
kebijakan
Struktur
program
Budaya
Anggaran
sumber daya
prosedur
kinerja

Meskipun para pakar memberikan definisi yang berbeda-beda tentang manajemen stratejik kiranya tidak akan jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa manajemen stratjik adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. Kiranya telah umum diketahui bahwa istilah strategi semula besumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jenderal untuk memenangkan suatu peperangan. Dewasa ini istilah strategi sudah digunakan oleh semua jenis organisasi dan ide-ide pokok yang terdapat dalam pengertian semula tetap dipertahankan hanya saja aplikasinya disesuaikan dengan jenis organisasi yang menerapkannya.[4]
Manajemen strategis menjadi bidang ilmu yang berkembang dengan cepat, muncul sebagai respon atas meningkatnya pergolakan lingkungan. Bidang ilmu ini melihat pengelolaan perusahaan secara menyeluruh dan berusaha menjelaskan mengapa beberapa perusahaan berkembang dan maju dengan pesat, sedangkan yang lainnya tidak maju dan akhirnya bangkrut. Ciri khusus manajemen strategis adalah penekanan pada pengambilan keputusan strategis.[5]
Banyak konsep dan teknik yang berhubungan dengan perencanaan jangka panjang ( yang sekarang disebut sebagai strategis ) dan manajemen strategis telah berhasil dikembangkan dan digunakan untuk bisnis perusahaan, diantaranya General Electric dan Boston Consulting Group. Tidak semua organiasi menggunakan alat tersebuut atau bahkan perusahaan mengelola secara strategis, sekalipun ada juga yang sukses untuk sementara waktu tanpa merumuskan tujuan dan menggunakan strategi intuitif.[6]
Banyak peneliti telah mengadakan penelitian untuk menentukan apakah organisasi telah sungguh-sunguh menggunakan manajemen strategis. Yang kemudian Henry Mintzbreg menemukan bahwa perumusan strategi secara tipikal adalah proses yang tidak tetap dan berlangsung terus-menerus: perumusan strategi lebih sering tidak tetap, proses terputus dan berjalan dengan ketidak teraturan, ada periode stabil dalam pengembangan strategi, tetapi juga ada periode yang harus berubah-ubah, mencari-cari, perubahan sedikit demi sedikit dan perubahan global.[7]

BAB III

PENUTUP

Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan , dalam perkembangannya, konsep mengenai strategi terus berkembang. menurut chandler (1962:13) menyebutkan bahwa strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dana lokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Proses manajemen strategis meliputi empat elemen dasar: pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi energi dan evaluasi dan pengendalian. Pada gambar di atas menunjukkan interaksi keempat elemen tersebut. Pada level korporasi, proses manajemen strategis meliputi aktivitas-aktivitas mulai dari pengamatan lingkungan sampai evaluasi kinerja.
Meskipun para pakar memberikan definisi yang berbeda-beda tentang manajemen stratejik kiranya tidak akan jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa manajemen stratjik adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. Kiranya telah umum diketahui bahwa istilah strategi semula besumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jenderal untuk memenangkan suatu peperangan. Dewasa ini istilah strategi sudah digunakan oleh semua jenis organisasi dan ide-ide pokok yang terdapat dalam pengertian semula tetap dipertahankan hanya saja aplikasinya disesuaikan dengan jenis organisasi yang menerapkannya.


Sedarmayanti. 2016.Manajemen Strategi.Bandung: PT.refika aditama

Fattah,Nanang.2015.Manajemen Stratejik Berbasis Nilai.Bandung:                         PT Remaja Rosdakarya

Hunger, David & Thomas L. 2003.Manajemen Strategis. Yogyakarta:Andi

Sigian ,Sondang P. 2016.Manejemen Stratejik.  jakarta:PT. Bumi Aksara


[1] Sedarmayanti.Manajemen Strategi.2016.Bandung: PT.refika aditama.hlm.,2
[2] Nanang Fattah.Manajemen Stratejik Berbasis Nilai.2015.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.hlm.,3
[3] David Hunger & Thomas L.Manajemen Strategis.2003.Yogyakarta:Andi.hlm.,9-12
[4] Sondang P.sigian.Manejemen Stratejik.2016.jakarta:PT. Bumi Aksara.hlm.,15-16
[5]David Hunger & Thomas L.Manajemen Strategis.2003.Yogyakarta:Andi.hlm.,15
[6] David Hunger & Thomas L.Manajemen Strategis.2003.Yogyakarta:Andi.hlm.,5
[7] David Hunger & Thomas L.Manajemen Strategis.2003.Yogyakarta:Andi.hlm.,7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOKOH-TOKOH MUTU

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN