Fungsi, Tujuan dan Kondisi Aktual Perencanaan Pendidikan
MAKALAH
PERENCANAAN
PENDIDIKAN
Fungsi,
Tujuan dan Kondisi Aktual Perencanaan Pendidikan
AGUS
TRIANI
AINUL
QOMARIYAH
STAI
AT – TAQWA BONDOWOSO
TAHUN
AJARAN 2018-2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis persembahkan kehadirat Allah SWT., Tuhan yang mengatur sekalian alam,
yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya, serta telah memeberikan kekuatan
kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita
Nabi Muhammad Saw.
Penulisan makalah ini adalah salah
satu tugas mata pelajaran
Perencanaan pendidikan.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak
kekurangan baik dalam teknis penulisan maupun materi, mengingatkemampuan yang
kami miliki. Serta kami mengucapkan banyak terimakasih untuk pihak yang telah
membantu kami, dan terimakasih kepada Ustad mata kuliahPerencanaan Pendidikan yakni
Ust.Abdul Haq yang telah memberi materi ini.Guna memperbaiki kedepan,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
kesempurnaannya makalah ini, dan juga Penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi masyarakat dan para penggunanya.
Bondowoso, 09 November 2018
penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan
adalah usaha sadar dan sistematis yang mana dilakukan tidak hanya untuk
memanusiakan manusia tetapi juga agar manusia menyadari posisinya sebagai kholifatullah fil ardhi, yang pada
gilirannya akaan semakin meningkatkan dirinya unutk menjadi manusia yang
bertaqwa, beriman, berilmu dan beramal sholeh.[1]
Upaya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia masih terus dilakukan. Dunia
pendidikan adalah sebuah mega proyek bersama bagi anak-anak bangsa yang sedang
giat-giatnya membangun agar bermartabat dan tidak ketinggalan dari
bangsa-bangsa lain di dunia. Masalah pendidikan adalah masalah kita bersama,
baik yang formal, informal, maupun yang non formal yang mana kita semua
memiliki tanggung jawab untuk merancang pembangunan sebuah sistem pembangunan
modern sesuai dengan tuntunan sains dan tekhnologi.
Salah satu
uapaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan
diadakannya sebuah perencanaan pendidikan guna menghasilkan sebuah perencanaan
yang luar biasa. Karena sebuah kesuksesan dapat menemukan jalan kesuksesan
dikarenakan diawali oleh sebuah perencanaan.
untuk itu
dikhususkannya bagi para generasi emas penerus bangsa agar mengetahui apa itu
perencanaan pendidikan serta fungsi,tujuan,manfaat dan kondisi teraktual
tentang perencanaan pendidikan yang ada guna memebangun perencanaan yang
terencana secara maksimal.
1.
Apa pengertian perencanaan pendidikan?
2.
Apa saja fungsi,tujuan serta manfaat dari perencanaan pendidikan?
3.
Bagaimana kondisi aktual perencanaan pendidikan dalam sistem
pendidikan Nasional?
1.
Untuk mengetahui apa pengertian perencanaan pendidikan
2.
Untuk mengetahui apa saja fungsi,tujuan serta manfaat dari perencanaan
pendidikan
3.
Untuk mengetahui bagaimana kondisi aktual perencanaan pendidikan dalam
system pendidikan Nasional
BAB II
PEMBAHASAN
Perencanaan pada dasarnya adalah sebuah
proses kegiatan yang menyiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan untuk menapai tujuan tertentu. Adapun hakikat perencanaan pendidikan
dapat berarti sebuah proses pembuatan peta atau route perjalanan kearah
masadepan pendidikan yang diinginkan. Sebagai sebuah proses, perencanaan
pendidikan terus akan berjalan tanpa henti, ia akan terus berkembang,
memperbarui, dan menyesuaikan diri sepanjang proses perjalanan tersebut.[2]
Istilah perencanaan mengandung ragam arti, antara lain:
1.
Perencanaan merupakan suatu bentuk pengambilan keputusan, suatu
proses yang mengikuti langkah-langkah prosedural dalam rangka pengambilan keputusan,
pemilihan alternatife, consensus dan hasil.
2.
Perencanaan merupakan suatu proses dimana berbagai masalah system
dipecahkan secara sistematik.
3.
Perencanaan merupakan suatu metode untuk mereduksi kompleksitas
masalah dan memajukan organisasi yang ditujukan secara langsung pada proses
pengambilan keputusan.
4.
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pembuatan
keputusan lebih lanjut mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan
oleh siapa.[3]
Sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan
pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
Pendidikan adalah pengaruh yang diupayakan dan direkayasa sekolah
terhadap anak dan remaja dan diserahkan kepadanya agar mereka mempunyai
kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas
sosial mereka.(mudyaharto,2001:49)
Pendidikan menurut definisi alternative atau luas terbatas adalah
usaha dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran yang berlangsung disekolah dan luar sekolah
sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan
hidup sekarang atau yang akan datang.
Dari beberapa pengertian perencaan di atas, jika di maksudkan pada
bidang pendidikan (perencanaan pendidikan), dapat diartikan sebagai sebuah
proses yang sistematis dala rangka mempersiapkan kegiatan-kegiatan dimasa yang
akan datang dalam bidang pendidikan. Coombs dalam Udin dan Abin mendefinisikan
perencanaan pendidikan sebagai sebuah penerapan yang rasional dari analisis
sistematis proses perkembagan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu
lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta
didik dan masyarakat. Dari pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa
perencanaan pendidikan mempunyai berbagai unsure penting sebagai berikut.
1.
Perencanaan pendidikan menggunakan analisis yang bersifat rasional
dan sistematis. Hal ini menyangkut metodologi dalam perencanaan.
2.
Perencanaan pendidikan terkait dengan pembangunan pendidikan yang
dilakukan dalam rangka reformasi pendidikan. Tujuannya adalah mencapai tujuan
pendidikan yang dicita-citakan.
3.
Perencanaan pendidikan merupakan kegiatan kontinu.
4.
Perencanaan pendidikan mencakup aspek internal dan eksternal dari
keorganisasian sistem pendidikan nasional.
5.
Perencanaan pendidikan mempertibangkan prinsip efektivitas dan efiiensi.[4]
Persoalan-persoalan yang dibahas dalam perencanaan pendidikan mencakup:
1.
Tujuan:apakah yang akan dicapai dengan perencanaan tersebut.
2.
Posisi system pendidikan: bagaimanakah keadaan sistem pendidikan
sekarang.
3.
Alternative kebijakan dan perioritas untuk mencapai tujuan.
4.
Strategi, penentuan cara yang terbaik untuk mencapapi tujuan.[5]
Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan
pemahaman tentang pendidikan. Pendidikan mempunyai ciri-ciri unik dalam
kaitannya dengan pembangunan nasional dan
mempunyai cirri-ciri khas karena yang menjadi muara garapannya adalah
manusia sehingga perencanaan pendidikan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut.
1.
Perencanaan pendidikan harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi.
2.
Perencanaan pendidikan harus memberi kesempatan untuk mengembangkan
segala potensi peserta didik seoptimal mungkin.\
3.
peserta didik.
4.
Perencanaan pendidikan harus komprehensif dan sisitematis.
5.
Perencanaan pendidikan harus diorientasikan pada pembangunan, dalam
pengertian bahwa program pendidikan haruslah ditujukan untuk membantu
mempersiapkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan oleh berbagai sektor.
6.
Perencanaan pendidikan harus dikembangkan dengan memperhatikan
keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
7.
Perencanaan pendidikan harus menggunakan sumber daya (resources)
secermat mungkin sebab sumberdaya yang tersedia langka.
8.
Perencanaan pendidikan harus berorientasi pada masa depan.
9.
Perencanan pendidikan harus responsive terhadap kebutuhan yang
berkembang dimasyarakat.
10.
Perencanaan pendidikan harus merupakan sarana untuk mengembangkan
inovasi pendidikan sehingga pembaruan terus-menerus berlangsung.[6]
Perencanaan pembelajaran memiliki urgensi (arti penting) bagi
peningkatan kualitas dan efektifitas proses pembelajaran. Dengan adanya perencanaan
pembelajaran, maka banyak keuntungan yang didapat oleh para guru antara lain:
a.
Adanya arah dan pedoman yang jelas bagi pelaksanaan kegiatan
mencapai tujuan
b.
Dapat memperkirakan hal-hal yang akan dilalui pada masa
pelaksanaan. Perkiraan dilakukan terhadap potensi-potensi dan prospek-prospek
perkembangan serta mengenai hambatan-hambatan dan resiko yang mungkin dihadapi.
Dengan perencanan, ketidak pastian dapat dihindarkan.
c.
Adanya kesempatan untuk memilih berbagai alternative cara yang
terbaik dan memilih kombinasi cara yang terbaik
d.
Dapat melakukan penyusunan skala prioritas, memilih urutan dari
segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan pembelajaran yang
dilakukan.
e.
Dapat memperoleh tindakan yang tepat dan terkordinasi dari berbagai
unit kerja.
f.
Perencanaan menjadi alat untuk menyesuaikan usaha dengan situasi
dan kondisi yang berubah karena berbagai factor.
g.
Perencanaan membantu penyesuaian dan evisiasi kerja serta membantu
menghindari kesalahan dalam proses pembelajaran.
h.
Perencanaan penting bagi guru dalam menjalankan fungsi-fungsi
kepemimpinan dalam pebelajaran.
i.
Dan adanya suatu rencana maka aka nada suatu alat pengukur atau
standar untuk mengadakan pengawasan.
j.
sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian,
k.
menghindari pemborosan sumber daya,
l.
alat bagi pengembangan quality assurance,
Sementara itu, perencanaan pembelajaran dapat berfungsi untuk:
a.
Menghindari duplikasi dalam memberikan materi peajaran
b.
Mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai dalam
mengajarkan suatu mata pelajaran.
c.
Meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, irama
dan kecepatan belajar serta didik.
d.
Membantu memepermudah proses pelaksanaan akreditasi, artinya
pelaksanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolak ukur
standar kompetensi
e.
Memperbaiki sisitem evaluasi dan laporan hasil belajar peserta
didik
f.
Memeperjelas komunikasi dengan peserta didik dalam kaitan dengan
tugas-tugas, kegiatan, atau pengalaman pelajar yang harus dilakukan, dan cara
yang digunakan untuk menentukan keberhasilan
g.
Meningkatkan akuntabilitasi public. Kompetensi yang telah disusun,
difalidasi dan dikomunikasikan kepada public dapat dipergunakan untuk
mempertanggung jawabkan kegiatan pembelajaran kepada public[8]
Tujuan
merupakan penjabaran visi dan misi serta hal yang akan dicapai atau dihasilkan
oleh suatu lembaga pendidikan. Adapun tujuan yang ada pada perencanaan
pendidikan adalah sabagai berikut:
a.
standar pengawasan yaitu mencocokkan pelaksanaan dengan perencanaan,
b.
mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan,
c.
mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik
kualifikasinya maupun kuantitasnya,
d.
mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas
pekerjaan,
e.
meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat
biaya, tenaga, dan waktu,
f.
memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan,
g.
menyerasikan dan memedukan beberapa subkegiatan
h.
mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui, dan
i.
mengarahkan pada pencapaian tujuan.[9]
Salah satu alat kebijakan pemerintah yang terindependensi dengan
kebijkan-kebijakan publik lainnya adalah perencanaan pendidikan. Proses
perencanaan pendidikan di Indonesia diarahkan pada relevensi, efisiensi, dan
efektivitas, namun optimalisasi kinerja manajemen pendidikannya belum berjalan sesuai
dengan harapan. Salah satu bentuk pelaksanaan dari perencanaan pendidikan di
Indonesia adalah berkenaan dengan penerapan desentralisasi pendidikan yaitu
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Melalui penerapan MBS itu akan berimplikasi
dan berdampak pula pada perubahan sistem perencanaan pendidikan yang ada di
Indonesia.
Pelaksanaan sistem pendidikan nasional indonesia menjadi tanggung
jawab Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemendikbudnas). Oleh
karenanya Kemendikbudnas bertekad mewujudkan tujuan dilaksanakannya sistem
pendidikan nasional sebagaimana amanat yang tercantum dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945, “...mencerdaskan kehidupan bangsa.” Untuk itu, setiap
warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yng bermutu sesuai dengan
minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis,
agama, dan gender. Perencanaan dilihat dari dimensi waktu terdiri dari tiga
macam:
a.
Perencanaan jangka panjang
Yang
biasanya mempunyai jangka waktu 10 tahun lebih.
b.
Perencanaa jangka menengah
Yang
biasanya berdurasi waktu 3 sampai 8 tahun.
c.
Perencanaa jangka pendek
Yang
berjangka waktu kurang dari 1 tahun.[11]
Berikut ini
dijabarkan perencanaan pembangunan pendidikan jangka panjang Indonesia yang
dilakukan oleh Departermen Pendidikan Nasional tahun 2005-2025. Perencanaan ini
dimaksudkan sebagai pedoman bagi penentuan penekanan pelaksanaan kebijakan
pembangunan pendidikan nasional jangka menengah, dalam memastikan tercapainya
visi dan misi departemen dengan penurunan program kerja yang realistis,
terintegrasi, dan berkesinambungan. Dalam perencanaan jangka panjang Departemen
Pendidikan Nasional, digunakan empat tema strategis pembangunan pendidikan,
yaitu :
a.
Peningkatan kapasitas dan modernisasi.
b.
Penguatan pelayanan.
c.
Daya saing regional.
d.
Daya saing internasional.[12]
Setiap tema
strategis pembangunan pendidikan jangka panjang diatas akan diturunkan dalam
program kerja departemen sesuai
kebijakan pembangunan jangka menengah yang menekankan pada tiga tantangan
utama, yaitu : pemerataan dan perluasn akses peningkatan mutu, relevensi dan
daya saing, dan peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik.
Berikut adalah jabaran mengenai rencana pembangunan jangka panjang yang telah
ditetapkan untuk periode 2020-2025.
a.
Perencanaa Pendidikan Periode 2005-2010
Peningkatan
Kapasitas dan Modernisasi lima tahun pertaa daarencana pebangunan jangka
panjang (RPJP) guna terciptanya insane Indonesia yang cerdas dan kopetitifdaa
tatanan masyarakat lokal dan gobal difokuskan
pada peningkatan daya
tampung satuan pendidikan yang ada. Terihat dalam analisis situasi
pendidikan nasional sampai dengan saat ini bahwa kebutuhan /demand
melebihi sediaan/supply dan prasarana pendidikan. Terlebih jika
diperbandingkan antara pola sebaran penduduk indonesia dan keberadaan infra
struktur pendidikan yang masih menuntut perhatian yang lebih.apabila telah
terjadi keseimbangan yang efektif antar kuantitas manusia Indonesia dan
kapasitas pendidikan nasional, poin utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
telah tercapai.
Tema pokok
pembangunan pendidikan nasional periode tahun 2005-2010 ini yang berkonsentrasi
pada kapasitas dan modernisasi sangat mendukung program pemerintah, yaitu”
pendidikan untuk semua”. Perataan akses pendidikan keseluruh lapisan masyarakat
dan keseluruh pelosok negeri akan mempertinggi APS dan mengurangi angka buta
aksara sehingga IPM Indonesia akan semakin baik. Perencanaan, proses, dan
evaluasi kerja yang sesuai dan berkesinambungan akan mewujudkan transformasi
rakyat Indonesia menuju masyarakat yang berbasis pengetahuan.
b.
Perencanaan Pendidikan Periode 2010-2015
Penguatan
PelayananTema strategis pada periode tahun 2010-2015 ditekankan pada
pembangunan penguatan pembangunan straategi penguatan pembangunan ini merupakan
mileston peralihan focus atau penekanan dari pembangunan aspek kuantitas
kepada aspek kualitas dengan didampingi akses pendidikan yang semakin mudah dan
akuntabilitas public yang semakin transparan, tema mutu layanan pendidikan ini
kaan menciptakan para penggerak pembangunan menuju visi negara dan bangsa
Indonesia yang aman, adil, dan sejahtera. Sasaran-sasaran pendukungnya antara
lain implementasi dan oprasi yang optimal terhadap tata nilai, sisdur, dan
koordinasi kerja yang telah terstruktur.
c.
Perencanaan Pendidikan Periode 2015-2020: Daya Saing Regional
Salah satu
elemen pada deklarasi visi pendidikan nasional tahun 2025 adalah kompetitif
pada tingkatan global. Oleh karena itu, pada periode pembangunan tahun
2015-2020 difokuskan pada kualitas pendidikan yang memiliki daya saing regional
pada tingkat ASEAN terlbih dahulu. Standar mutu yang berkesinambungan pada
periode ini diharapkan dengan pasar regional ASEAN. tanda tersebut harus
berdasarkan pada benchmarking yang obyektif dan realistis.
Program kerja
yang berdasarkan pemahaman terhadap perkembangan kebutuhan pasar regional
menjadi factor yang sangat penting dala mencapai daya saing yang diinginkan.
Kegagalan dalam menciptakan mutu pendidikan yang tinggi sesuai dengan kebutuhan
atau yang tidak memiliki daya saing hanya akan mencetak angka pengangguran baru
.program menejmen pendidikan melalui standarisasi penjaminan mutu, kemudian
akreditasi satuan atau program pendidikan yang telah mulai diakukan sebelumnya
akan lebih difokuskan dalam periode ini. Semua itu diakukan tanpa
mengesampingkan program-program sebelumnya yang berhubungan dengan kemudahan
akses pendidikan dan akuntabilitas public dalam peaksanaannya. Sasaran-sasaran
pembangunan yang meandasikebijakan strategis pada periode ini meliputi
terbentuk dan beroprasinya system
layanan dengan standar tingkat ASIAN, citra Kemendikbutnas yang telah lintas
negara ASEAN, kerjasama antra
negara-negara ASEAN terutama dalam bidang pendidikan yang semakin
mantap, dan hal-hal lain yang relefan. Harapannya manusia Indonesia pada akhir
periode ini sudah bisa menjadi titik pusat grafitasi sosial ASEAN sebagai
sebuah entitas sosiokultural.
d.
Perencanaan Pendidikan Periode 2020-2025: Daya Saing Internasional
Menjelang
perwujudan visi rencana pembangunann rangka panjang (RPJP) uang ditargetkan
terwujud pada tahun 2005 ini, dalam periode pembangunan pendidikan nasional
tahun 2020-2025 dicanangkan pencapaian nilai kompetiti secara internasional.
Setelah pada RPJM limatunana sebelumnya, pencapaian tingkatan mutu pendidikan
nasional Indonesia telah relevan dan memiliki daya saing ditingkat regional
ASEAN, pada periode ini tingkatan yang ingin dicapai telah berkelas dunia.
Dengan menuju
terciptanya standar mutu pendidikan berkeasi internasional, kemenditbutnas harus
mepunyai sistem layanan standar internasioanal, citra yang kuat yang mewakili
visi pembangunana bangsa Indonesia, dan kerjasama yang akan denganbangsa-bangsa
lain terutama dibidang pendidikan. sasaran-sasaran terbutdan lainnya yang
dijabarkan dar ikebijakan strategis pada periode ini akan membawa kepada
perwujudan visi kemendikbutnas ditahun 2025.
Tonggak-tonggak
keberhasilan (miletones) dalam rentang waktu limatahuanna merupakan
bagian darirencana jangka panjang pembangunan pendidikan tahun 2005 sapai
dengan 2025. Tonggak-tonggak keberhasilan mengejewantahkan kebijakan strategis
proses perencanaan, implementasi, dan evauasi yang berkesinambungan sesuai
kondisi yang ada(existing condition)untuk mewujudkan kondisi yang
diharapkan (excepted conditional). Semua tantangan dari segi akses,
mutu, dan akun tabilitas pun dapat terjawab oleh program-program kerja yang
relevan dengan kebijakan tiap periode. Dengan demikian visi insan Indonesia
cerdas dan kompetitif berdasarkan sistem pendidikan yang berkeadilan, bermutu,
relavan dengan kebutuhan masyarakat local dan global dapat terwujud pada tahun
2025.[13]
Perencanaan pendidikan merupakan sebuah proses yang sistematis dalam
rangka mempersiapkan kegiatan-kegiatan dimasa yang akan datang dalam bidang
pendidikan. Coombs dalam Udin dan Abin mendefinisikan perencanaan pendidikan
sebagai sebuah penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses
perkembagan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan
efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan
masyarakat.
Fungsi yang dapat diperoleh dari proses perencanaan pendidikan
adalah Meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, irama dan
kecepatan belajar serta didik, adapun tujuan perencanaan pendidikan merupakan penjabaran visi dan misi serta hal
yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan seperti contoh
meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya,
tenaga, dan waktu.
Proses perencanaan pendidikan di Indonesia diarahkan pada
relevensi, efisiensi, dan efektivitas, namun optimalisasi kinerja manajemen
pendidikannya belum berjalan sesuai dengan harapan. Salah satu bentuk
pelaksanaan dari perencanaan pendidikan di Indonesia adalah berkenaan dengan
penerapan desentralisasi pendidikan yaitu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
Dengan
selesainya makalah ini kami pemekalah berharap kepada para pembaca mampu
mengambil kesimpulan dan menerapkan apa yang terkandung dalam makalah ini
sesuai dengan system yang berlaku agar tercipta pendidikan yang lebih efektif
dan efisien sesuai kebutuhan negara Indonesia.
[1]
Ali,mohammad.2009.ilmu dan aplikasi
pendidikan.Jakarta:PT. IMTIMA.hlm.xi
[2]
Kurniadin,Didin.2016.manajemen pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media.hlm.139-145
[3]Ahmad,Zainal
Arifin.2012.Perencanaan Pembelajaran.jogjakarta: PT.Pustaka Insan
Madani.hlm.32-33
[4]Kurniadin,Didin
& Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.141
[5]Kurniadin,Didin
& Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media.hlm.141
[6]Kurniadin,Didin
& Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.142
[7]Ahmad,Zainal
Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan
Madani.hlm.34
[8]Ahmad,Zainal
Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan
Madani.hlm.34
[9]Ahmad,Zainal
Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan
Madani.hlm.35
[10]Ahmad,Zainal
Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan
Madani.hlm.35
[11]Kurniadin,
Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media.hlm.200
[12]Kurniadin,
Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media.hlm.201
[13]Kurniadin,
Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media.hlm.201-205
Komentar
Posting Komentar