Fungsi, Tujuan dan Kondisi Aktual Perencanaan Pendidikan


MAKALAH
PERENCANAAN PENDIDIKAN
Fungsi, Tujuan dan Kondisi Aktual Perencanaan Pendidikan

AGUS TRIANI
AINUL QOMARIYAH
TITIN WULANDARI



STAI AT – TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AJARAN 2018-2019

                                                                                              

KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis persembahkan kehadirat Allah SWT., Tuhan yang mengatur sekalian alam, yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya, serta telah memeberikan kekuatan kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam  semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw.
Penulisan makalah ini adalah  salah  satu  tugas mata pelajaran Perencanaan pendidikan.
Dalam penulisan  makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik dalam teknis penulisan maupun materi, mengingatkemampuan yang kami miliki. Serta kami mengucapkan banyak terimakasih untuk pihak yang telah membantu kami, dan terimakasih kepada Ustad mata kuliahPerencanaan Pendidikan yakni Ust.Abdul Haq yang telah memberi materi ini.Guna memperbaiki kedepan, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaannya makalah ini, dan juga Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan para penggunanya.





Bondowoso, 09 November 2018


penulis

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang mana dilakukan tidak hanya untuk memanusiakan manusia tetapi juga agar manusia menyadari posisinya sebagai kholifatullah fil ardhi, yang pada gilirannya akaan semakin meningkatkan dirinya unutk menjadi manusia yang bertaqwa, beriman, berilmu dan beramal sholeh.[1]
Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia masih terus dilakukan. Dunia pendidikan adalah sebuah mega proyek bersama bagi anak-anak bangsa yang sedang giat-giatnya membangun agar bermartabat dan tidak ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia. Masalah pendidikan adalah masalah kita bersama, baik yang formal, informal, maupun yang non formal yang mana kita semua memiliki tanggung jawab untuk merancang pembangunan sebuah sistem pembangunan modern sesuai dengan tuntunan sains dan tekhnologi.
Salah satu uapaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan diadakannya sebuah perencanaan pendidikan guna menghasilkan sebuah perencanaan yang luar biasa. Karena sebuah kesuksesan dapat menemukan jalan kesuksesan dikarenakan diawali oleh sebuah perencanaan.
untuk itu dikhususkannya bagi para generasi emas penerus bangsa agar mengetahui apa itu perencanaan pendidikan serta fungsi,tujuan,manfaat dan kondisi teraktual tentang perencanaan pendidikan yang ada guna memebangun perencanaan yang terencana secara maksimal.
1.      Apa pengertian perencanaan pendidikan?
2.      Apa saja fungsi,tujuan serta manfaat dari perencanaan pendidikan?
3.      Bagaimana kondisi aktual perencanaan pendidikan dalam sistem pendidikan Nasional?
1.      Untuk mengetahui apa pengertian perencanaan pendidikan
2.      Untuk mengetahui apa saja fungsi,tujuan serta manfaat dari perencanaan pendidikan
3.      Untuk mengetahui bagaimana kondisi aktual perencanaan pendidikan dalam system pendidikan Nasional

BAB II

PEMBAHASAN

Istilah perencanaan mengandung ragam arti, antara lain:
1.      Perencanaan merupakan suatu bentuk pengambilan keputusan, suatu proses yang mengikuti langkah-langkah prosedural dalam rangka pengambilan keputusan, pemilihan alternatife, consensus dan hasil.
2.      Perencanaan merupakan suatu proses dimana berbagai masalah system dipecahkan secara sistematik.
3.      Perencanaan merupakan suatu metode untuk mereduksi kompleksitas masalah dan memajukan organisasi yang ditujukan secara langsung pada proses pengambilan keputusan.
4.      Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pembuatan keputusan lebih lanjut mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.[3]
Sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
Pendidikan adalah pengaruh yang diupayakan dan direkayasa sekolah terhadap anak dan remaja dan diserahkan kepadanya agar mereka mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.(mudyaharto,2001:49)
Pendidikan menurut definisi alternative atau luas terbatas adalah usaha dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran yang berlangsung disekolah dan luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan hidup sekarang atau yang akan datang.
Dari beberapa pengertian perencaan di atas, jika di maksudkan pada bidang pendidikan (perencanaan pendidikan), dapat diartikan sebagai sebuah proses yang sistematis dala rangka mempersiapkan kegiatan-kegiatan dimasa yang akan datang dalam bidang pendidikan. Coombs dalam Udin dan Abin mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai sebuah penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembagan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat. Dari pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan pendidikan mempunyai berbagai unsure penting sebagai berikut.
1.      Perencanaan pendidikan menggunakan analisis yang bersifat rasional dan sistematis. Hal ini menyangkut metodologi dalam perencanaan.
2.      Perencanaan pendidikan terkait dengan pembangunan pendidikan yang dilakukan dalam rangka reformasi pendidikan. Tujuannya adalah mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan.
3.      Perencanaan pendidikan merupakan kegiatan kontinu.
4.      Perencanaan pendidikan mencakup aspek internal dan eksternal dari keorganisasian sistem pendidikan nasional.
5.      Perencanaan pendidikan mempertibangkan prinsip efektivitas  dan efiiensi.[4]
Persoalan-persoalan yang dibahas dalam perencanaan pendidikan mencakup:
1.      Tujuan:apakah yang akan dicapai dengan perencanaan tersebut.
2.      Posisi system pendidikan: bagaimanakah keadaan sistem pendidikan sekarang.
3.      Alternative kebijakan dan perioritas untuk mencapai tujuan.
4.      Strategi, penentuan cara yang terbaik untuk mencapapi tujuan.[5]
Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan pemahaman tentang pendidikan. Pendidikan mempunyai ciri-ciri unik dalam kaitannya dengan pembangunan nasional dan  mempunyai cirri-ciri khas karena yang menjadi muara garapannya adalah manusia sehingga perencanaan pendidikan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut.
1.      Perencanaan pendidikan harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi.
2.      Perencanaan pendidikan harus memberi kesempatan untuk mengembangkan segala potensi peserta didik seoptimal mungkin.\
3.      peserta didik.
4.      Perencanaan pendidikan harus komprehensif dan sisitematis.
5.      Perencanaan pendidikan harus diorientasikan pada pembangunan, dalam pengertian bahwa program pendidikan haruslah ditujukan untuk membantu mempersiapkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan oleh berbagai sektor.
6.      Perencanaan pendidikan harus dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
7.      Perencanaan pendidikan harus menggunakan sumber daya (resources) secermat mungkin sebab sumberdaya yang tersedia langka.
8.      Perencanaan pendidikan harus berorientasi pada masa depan.
9.      Perencanan pendidikan harus responsive terhadap kebutuhan yang berkembang dimasyarakat.
10.  Perencanaan pendidikan harus merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan sehingga pembaruan terus-menerus berlangsung.[6]
Perencanaan pembelajaran memiliki urgensi (arti penting) bagi peningkatan kualitas dan efektifitas proses pembelajaran. Dengan adanya perencanaan pembelajaran, maka banyak keuntungan yang didapat oleh para guru antara lain:
a.       Adanya arah dan pedoman yang jelas bagi pelaksanaan kegiatan mencapai tujuan
b.      Dapat memperkirakan hal-hal yang akan dilalui pada masa pelaksanaan. Perkiraan dilakukan terhadap potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan serta mengenai hambatan-hambatan dan resiko yang mungkin dihadapi. Dengan perencanan, ketidak pastian dapat dihindarkan.
c.       Adanya kesempatan untuk memilih berbagai alternative cara yang terbaik dan memilih kombinasi cara yang terbaik
d.      Dapat melakukan penyusunan skala prioritas, memilih urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
e.       Dapat memperoleh tindakan yang tepat dan terkordinasi dari berbagai unit kerja.
f.       Perencanaan menjadi alat untuk menyesuaikan usaha dengan situasi dan kondisi yang berubah karena berbagai factor.
g.      Perencanaan membantu penyesuaian dan evisiasi kerja serta membantu menghindari kesalahan dalam proses pembelajaran.
h.      Perencanaan penting bagi guru dalam menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan dalam pebelajaran.
i.        Dan adanya suatu rencana maka aka nada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan.
j.        sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian,
k.      menghindari pemborosan sumber daya,
l.        alat bagi pengembangan quality assurance,
m.    upaya untuk memenuhi accountability kelembagaan.[7] 
Sementara itu, perencanaan pembelajaran dapat berfungsi untuk:
a.       Menghindari duplikasi dalam memberikan materi peajaran
b.      Mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai dalam mengajarkan suatu mata pelajaran.
c.       Meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, irama dan kecepatan belajar serta didik.
d.      Membantu memepermudah proses pelaksanaan akreditasi, artinya pelaksanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolak ukur standar kompetensi
e.       Memperbaiki sisitem evaluasi dan laporan hasil belajar peserta didik
f.       Memeperjelas komunikasi dengan peserta didik dalam kaitan dengan tugas-tugas, kegiatan, atau pengalaman pelajar yang harus dilakukan, dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan
g.      Meningkatkan akuntabilitasi public. Kompetensi yang telah disusun, difalidasi dan dikomunikasikan kepada public dapat dipergunakan untuk mempertanggung jawabkan kegiatan pembelajaran kepada public[8]
Tujuan merupakan penjabaran visi dan misi serta hal yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan. Adapun tujuan yang ada pada perencanaan pendidikan adalah sabagai berikut:
a.       standar pengawasan yaitu mencocokkan pelaksanaan dengan perencanaan,
b.      mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan,
c.       mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya,
d.      mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan,
e.       meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga, dan waktu,
f.       memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan,
g.      menyerasikan dan memedukan beberapa subkegiatan
h.      mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui, dan
i.        mengarahkan pada pencapaian tujuan.[9]
Salah satu alat kebijakan pemerintah yang terindependensi dengan kebijkan-kebijakan publik lainnya adalah perencanaan pendidikan. Proses perencanaan pendidikan di Indonesia diarahkan pada relevensi, efisiensi, dan efektivitas, namun optimalisasi kinerja manajemen pendidikannya belum berjalan sesuai dengan harapan. Salah satu bentuk pelaksanaan dari perencanaan pendidikan di Indonesia adalah berkenaan dengan penerapan desentralisasi pendidikan yaitu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Melalui penerapan MBS itu akan berimplikasi dan berdampak pula pada perubahan sistem perencanaan pendidikan yang ada di Indonesia.
Pelaksanaan sistem pendidikan nasional indonesia menjadi tanggung jawab Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemendikbudnas). Oleh karenanya Kemendikbudnas bertekad mewujudkan tujuan dilaksanakannya sistem pendidikan nasional sebagaimana amanat yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, “...mencerdaskan kehidupan bangsa.” Untuk itu, setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yng bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Perencanaan dilihat dari dimensi waktu terdiri dari tiga macam:
a.       Perencanaan jangka panjang
Yang biasanya mempunyai jangka waktu 10 tahun lebih.
b.      Perencanaa jangka menengah
Yang biasanya berdurasi waktu 3 sampai 8 tahun.
c.       Perencanaa jangka pendek
Yang berjangka waktu kurang dari 1 tahun.[11]
Berikut ini dijabarkan perencanaan pembangunan pendidikan jangka panjang Indonesia yang dilakukan oleh Departermen Pendidikan Nasional tahun 2005-2025. Perencanaan ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi penentuan penekanan pelaksanaan kebijakan pembangunan pendidikan nasional jangka menengah, dalam memastikan tercapainya visi dan misi departemen dengan penurunan program kerja yang realistis, terintegrasi, dan berkesinambungan. Dalam perencanaan jangka panjang Departemen Pendidikan Nasional, digunakan empat tema strategis pembangunan pendidikan, yaitu :
a.       Peningkatan kapasitas dan modernisasi.
b.      Penguatan pelayanan.
c.       Daya saing regional.
d.      Daya saing internasional.[12]
Setiap tema strategis pembangunan pendidikan jangka panjang diatas akan diturunkan dalam program kerja departemen  sesuai kebijakan pembangunan jangka menengah yang menekankan pada tiga tantangan utama, yaitu : pemerataan dan perluasn akses peningkatan mutu, relevensi dan daya saing, dan peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik. Berikut adalah jabaran mengenai rencana pembangunan jangka panjang yang telah ditetapkan untuk periode 2020-2025.
a.         Perencanaa Pendidikan Periode 2005-2010
Peningkatan Kapasitas dan Modernisasi lima tahun pertaa daarencana pebangunan jangka panjang (RPJP) guna terciptanya insane Indonesia yang cerdas dan kopetitifdaa tatanan masyarakat lokal dan gobal difokuskan  pada  peningkatan  daya  tampung satuan pendidikan yang ada. Terihat dalam analisis situasi pendidikan nasional sampai dengan saat ini bahwa kebutuhan /demand melebihi sediaan/supply dan prasarana pendidikan. Terlebih jika diperbandingkan antara pola sebaran penduduk indonesia dan keberadaan infra struktur pendidikan yang masih menuntut perhatian yang lebih.apabila telah terjadi keseimbangan yang efektif antar kuantitas manusia Indonesia dan kapasitas pendidikan nasional, poin utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa telah tercapai.
Tema pokok pembangunan pendidikan nasional periode tahun 2005-2010 ini yang berkonsentrasi pada kapasitas dan modernisasi sangat mendukung program pemerintah, yaitu” pendidikan untuk semua”. Perataan akses pendidikan keseluruh lapisan masyarakat dan keseluruh pelosok negeri akan mempertinggi APS dan mengurangi angka buta aksara sehingga IPM Indonesia akan semakin baik. Perencanaan, proses, dan evaluasi kerja yang sesuai dan berkesinambungan akan mewujudkan transformasi rakyat Indonesia menuju masyarakat yang berbasis pengetahuan.
b.      Perencanaan Pendidikan Periode 2010-2015
Penguatan PelayananTema strategis pada periode tahun 2010-2015 ditekankan pada pembangunan penguatan pembangunan straategi penguatan pembangunan ini merupakan mileston peralihan focus atau penekanan dari pembangunan aspek kuantitas kepada aspek kualitas dengan didampingi akses pendidikan yang semakin mudah dan akuntabilitas public yang semakin transparan, tema mutu layanan pendidikan ini kaan menciptakan para penggerak pembangunan menuju visi negara dan bangsa Indonesia yang aman, adil, dan sejahtera. Sasaran-sasaran pendukungnya antara lain implementasi dan oprasi yang optimal terhadap tata nilai, sisdur, dan koordinasi kerja yang telah terstruktur.
c.       Perencanaan Pendidikan Periode 2015-2020: Daya Saing Regional
Salah satu elemen pada deklarasi visi pendidikan nasional tahun 2025 adalah kompetitif pada tingkatan global. Oleh karena itu, pada periode pembangunan tahun 2015-2020 difokuskan pada kualitas pendidikan yang memiliki daya saing regional pada tingkat ASEAN terlbih dahulu. Standar mutu yang berkesinambungan pada periode ini diharapkan dengan pasar regional ASEAN. tanda tersebut harus berdasarkan pada benchmarking yang obyektif dan realistis.
Program kerja yang berdasarkan pemahaman terhadap perkembangan kebutuhan pasar regional menjadi factor yang sangat penting dala mencapai daya saing yang diinginkan. Kegagalan dalam menciptakan mutu pendidikan yang tinggi sesuai dengan kebutuhan atau yang tidak memiliki daya saing hanya akan mencetak angka pengangguran baru .program menejmen pendidikan melalui standarisasi penjaminan mutu, kemudian akreditasi satuan atau program pendidikan yang telah mulai diakukan sebelumnya akan lebih difokuskan dalam periode ini. Semua itu diakukan tanpa mengesampingkan program-program sebelumnya yang berhubungan dengan kemudahan akses pendidikan dan akuntabilitas public dalam peaksanaannya. Sasaran-sasaran pembangunan yang meandasikebijakan strategis pada periode ini meliputi terbentuk  dan beroprasinya system layanan dengan standar tingkat ASIAN, citra Kemendikbutnas yang telah lintas negara ASEAN, kerjasama antra  negara-negara ASEAN terutama dalam bidang pendidikan yang semakin mantap, dan hal-hal lain yang relefan. Harapannya manusia Indonesia pada akhir periode ini sudah bisa menjadi titik pusat grafitasi sosial ASEAN sebagai sebuah entitas sosiokultural.
d.      Perencanaan Pendidikan Periode 2020-2025: Daya Saing Internasional
Menjelang perwujudan visi rencana pembangunann rangka panjang (RPJP) uang ditargetkan terwujud pada tahun 2005 ini, dalam periode pembangunan pendidikan nasional tahun 2020-2025 dicanangkan pencapaian nilai kompetiti secara internasional. Setelah pada RPJM limatunana sebelumnya, pencapaian tingkatan mutu pendidikan nasional Indonesia telah relevan dan memiliki daya saing ditingkat regional ASEAN, pada periode ini tingkatan yang ingin dicapai telah berkelas dunia.
Dengan menuju terciptanya standar mutu pendidikan berkeasi internasional, kemenditbutnas harus mepunyai sistem layanan standar internasioanal, citra yang kuat yang mewakili visi pembangunana bangsa Indonesia, dan kerjasama yang akan denganbangsa-bangsa lain terutama dibidang pendidikan. sasaran-sasaran terbutdan lainnya yang dijabarkan dar ikebijakan strategis pada periode ini akan membawa kepada perwujudan visi kemendikbutnas ditahun 2025.
Tonggak-tonggak keberhasilan (miletones) dalam rentang waktu limatahuanna merupakan bagian darirencana jangka panjang pembangunan pendidikan tahun 2005 sapai dengan 2025. Tonggak-tonggak keberhasilan mengejewantahkan kebijakan strategis proses perencanaan, implementasi, dan evauasi yang berkesinambungan sesuai kondisi yang ada(existing condition)untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan (excepted conditional). Semua tantangan dari segi akses, mutu, dan akun tabilitas pun dapat terjawab oleh program-program kerja yang relevan dengan kebijakan tiap periode. Dengan demikian visi insan Indonesia cerdas dan kompetitif berdasarkan sistem pendidikan yang berkeadilan, bermutu, relavan dengan kebutuhan masyarakat local dan global dapat terwujud pada tahun 2025.[13]
Dengan selesainya makalah ini kami pemekalah berharap kepada para pembaca mampu mengambil kesimpulan dan menerapkan apa yang terkandung dalam makalah ini sesuai dengan system yang berlaku agar tercipta pendidikan yang lebih efektif dan efisien sesuai kebutuhan negara Indonesia.

[1] Ali,mohammad.2009.ilmu dan aplikasi pendidikan.Jakarta:PT. IMTIMA.hlm.xi
[2] Kurniadin,Didin.2016.manajemen pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.139-145
[3]Ahmad,Zainal Arifin.2012.Perencanaan Pembelajaran.jogjakarta: PT.Pustaka Insan Madani.hlm.32-33
[4]Kurniadin,Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.141
[5]Kurniadin,Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.141
[6]Kurniadin,Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.142
[7]Ahmad,Zainal Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan Madani.hlm.34

[8]Ahmad,Zainal Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan Madani.hlm.34

[9]Ahmad,Zainal Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan Madani.hlm.35

[10]Ahmad,Zainal Arifin.2012.Perencaan Pembelajaran.jogjakarta:PT.Pustaka Insan Madani.hlm.35

[11]Kurniadin, Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.200
[12]Kurniadin, Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.201
[13]Kurniadin, Didin & Imam Machali.2016.Manajemen Pendidikan.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media.hlm.201-205

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOKOH-TOKOH MUTU

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN